blog by anindita

Thursday, 5 March 2015

Food Review : Black Hotdog Pasar Santa

Didorong rasa penasaran oleh berbagai artikel dan food review mengenai Food Court di Pasar Santa, akhirnya sepulang dari kantor saya dan suami menyempatkan untuk pergi kesini. Pasar di bilangan Jakarta Selatan ini menjelang sore semakin ramai, padahal pertokoan dan kios-kios di lt. basement dan lt.1 sebagian besar sudah pada tutup. Lalu mengapa parkiran mobil di Pasar ini begitu padat ya? Tentunya karena sekarang di lt.2 Pasar Santa ini terdapat area Food Court yang dikemas unik dan menarik dengan berbagai jajanan dan kios-kios aneka produk lokal. Tidak hanya makanan atau minuman saja, bahkan kalau kita mau berkeliling sampai ke bagian belakang, masih banyak kios dan butik-butik kecil yang menjual aneka kaos semacam distro, pernak pernik musik, bahkan ada yang menjual piringan hitam juga disini !

Siapa yang menyangka kalau ternyata jalan-jalan ke Pasar sekarang ini menjadi salah satu destinasi anak muda Jakarta untuk sekedar hang-out dan menghabiskan waktu menjelang pulang kantor atau bahkan saat weekend menjelang. Jangan membayangkan bagian dalam pasar yang becek dan kotor seperti pada umumnya, begitu memasuki lantai 2, suasananya langsung terasa berbeda. 

Nah, tujuan saya ke Pasar Santa ini karena penasaran dengan yang namanya Black Hotdog. Kabarnya kalau weekend, kita harus rela antri cukup lama hanya untuk dapat menikmati black hotdog pesanan kita. Saya kesini waktu hari Rabu menjelang pukul 6 sore, antriannya masih terbilang manusiawi kok, tapii menjelang jam 7 perlahan mulai memanjang antriannya, mungkin karena sudah jam orang-orang pulang kantor.

Kiosnya sendiri sangat mudah ditemukan, begitu kita naik tangga ke lantai 2, kios DOG (Dudes Of Gourmet) ini langsung tepat berada di depan anak tangga. Kios sederhana bewarna hitam namun tidak pernah sepi pengunjung. Akhirnya pesanan saya pun tiba, saya memesan single hotdog dengan extra cheese sauce. Kurang lebih harganya sekitar 40 ribu. Seperti apa rasanya? Benar-benar enak ! Rotinya berwarna hitam, dan ternyata roti / hotdog bun ini terbuat dari biji wijen hitam yang berasal dari Jepang. Isi hotdognya adalah sosis sapi dengan tangkupan daging sapi asap ditambah dengan tumisan bawang bombay kemudian dilumuri oleh saus hotdog berwarna putih kehijauan (lupa nanya ini saus apa) dan terakhir ditutup dengan cheese sauce. Ngetik reviewnya aja saya sampai ngiler dan perut keroncongan ingin memesan hotdog ini lagi. Definitely worth it ! Saya pasti akan kembali lagi kesini dan mungkin akan mencoba kios makanan lainnya sekalian.

DOG (Dudes Of Gourmet)
the menu and pricelist
look at that cheese sauce and the famous black hotdog bun

all the goodness and flavor in one single hotdog
open kitchen concept
bites of happiness indeed


see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission

Sunday, 1 March 2015

Resep : Classic Cheesecake

What to bake for this chilly weekend? Kali ini saya ingin mencoba membuat classic cheesecake. After all, what's not to love about cheese..

Classic Cheesecake
Bahan :
350 gram keju mascarpone (bisa juga pakai cream cheese)
100 ml krim kental
100 ml yoghurt
135 gr gula pasir halus
1/2 buah lemon ukuran sedang 
2 butir telur
2 sdm tepung terigu
1 sdt pasta vanilli (bubuk vanilli)

Cara Membuat :
1. Kocok krim keju, krim kental, yoghurt, dan gula pasir dengan mixer berkecepatan rendah hingga gula larut. Tambahkan parutan kulit lemon dan juga perasan air jeruk lemon. Kocok hingga rata.
2. Tambahkan telur satu persatu sambil kocok hingga rata. Masukkan tepung terigu, aduk hingga adonan tercampur rata.
3. Tuangkan adonan ke dalam loyang bongkar pasang berdiameter 20cm yang sudah dialasi kertas roti. Ratakan. (pada tahap ini berhubung saya belum punya loyang bongkar pasang, saya menggunakan alumunium cup foil kecil ukuran 55/24).
4. Siapkan loyang persegi berukuran lebih besar. Isi dengan air hingga setengah tinggi loyang adonan. Masukkan loyang berisi adonan krim keju. Teknik memanggang ini dinamakan au bain marie yaitu cara memanggang dimana loyang berisi adonan diletakkan didalam wadah lain yang berisi air (waterbath).
5. Panggang dalam oven panas selama 60 menit hingga matang. Matikan oven, biarkan dingin di dalam oven.
6. Simpan dalam lemari es sedikitnya selama 4 jam.


fresh ingredients, mine using mascarpone cheese
mix it in a large bowl
bring the eggs in
alumunium foil cup yang saya gunakan, ukuran 55/24
ready to be filled
siapkan loyang besar untuk diisi air, memanggang dengan teknik au bain marie
and ready to eat !


see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission

Saturday, 28 February 2015

DIY : Potong Poni di Rumah

Pernah bingung kalau ingin membawa anak ke salon padahal hanya untuk potong poninya saja? Well, saya sering mengalaminya, hehe.. Berhubung rambut AZA inginnya tetap dibiarkan panjang, jadi setiap kali ke salon, ujung-ujungnya hanya poninya saja yang dirapihkan karena sudah mulai panjang dan sering menusuk mata. Tarif untuk potong poni anak sekali datang? Jangan dikira murah loh..

Pernah saya bawa ke salon khusus anak, yang biasanya ada mainannya itu loh di dalam salonnya. Sekali potong untuk poni saja dikenakan tarif sekitar Rp. 85.000,- belum lagi kalau kita ingin memberi tip kepada kapster. Pernah juga saya bawa AZA ke salon biasa langganan saya kalau ingin potong rambut, ternyata sama aja, sekali potong poni dikenakan tarif Rp. 80.000-an itupun tidak termasuk keramas *mama cermat, belanja hemat nih ceritanya*

So, kalau dipikir-pikir... kalau cuma untuk urusan potong poni anak sendiri, rasanya saya bisa melakukannya di rumah. Ohya, menurut saya pribadi anak diatas usia 3 tahun sudah lebih anteng dan bisa diarahkan untuk duduk diam dan menunggu selama rambutnya digunting. Jadi saya juga percaya diri untuk menggunting rambut AZA.

Persiapannya simpel banget kok, siapin aja handuk kecil sebagai pengganti jubah penutup kalau kita biasa potong rambut di salon, gunting yang tajam, sisir gepeng, jepitan rambut, dan yang terutama adalah pencahayaan yang cukup terang. Waktu ideal saya biasanya pagi menjelang jam 9 karena sinar matahari biasanya cukup terang dan jam segini biasanya memang waktunya AZA bermain di rumah.

Here we go, siapin dulu perlengkapan lenongnya, kita minta anak kita duduk manis yang cantik, snip snap, sambil diajak ngobrol dan bercanda, tau-tau selesai deh potong rambut ala salon di rumah, hihihi. Bisa jadi aktifitas pengisi weekend bersama anak anda dirumah loh :) happy styling !

persiapan salon-salonan
AZA yang poninya udah mulai panjaang
gulung rambut sisanya keatas supaya fokus hanya gunting poninya aja
pasang handuk di sekeliling bahu untuk menampung sisa rambut yang jatuh
siapin sisir gepeng untuk mempermudah gunting rambut
look how happy she is, masih setengah jalan motong poninya
lanjutin potongnya, kalau agak susah motong mendatar, minta anak untuk sedikit nundukin kepalanya
ta-da ! selesaii, not bad lah yaa, thank you AZA for being such a good girl :)



see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission

Monday, 23 February 2015

Resep : Home-Made Martabak Nutella

Siapa yang nggak doyan martabak hayoo? Kalau saya sekeluarga kebetulan penggemar martabak manis. Beberapa waktu lalu kan sempat heboh demam martabak nutella, jujur saja hingga sekarang saya belum berkesempatan nyicipin seenak apa sih martabak nutella yang ramai dijual di abang-abang martabak daerah Pecenongan sana. Harganya lumayaan merogoh kocek juga kabarnya, belum lagi antriannya, hehehe...

Mengapa tidak membuat sendiri martabak kesukaan anda? Ini diaa resepnya..

Martabak Nutella
Bahan Kulit :
500 gr tepung terigu (saya pakai segitiga biru)
600 ml air putih
1 sdm margarin, cairkan
2 butir telur ayam, kocok lepas
125 gr gula pasir
1/2 sdt ragi instant (fermipan)
1 sdt baking powder
1/4 sdt pasta vanilli
1/2 sdt garam

Bahan Isi :
1 botol selai Nutella
Meses Ceres
Margarin untuk olesan
Susu Kental Manis
Keju Cheddar, parut

Cara Membuat Adonan Kulit :
1. Campurkan gula pasir, tepung terigu, ragi instant, telur, margarin cair, garam dan pasta vanilli. Aduk rata.
2. Masukkan air putih sedikit demi sedikit ke adonan tadi sambil diaduk perlahan hingga rata.
3. Pada tahap ini gunakan mixer, kocok adonan dengan kecepatan sedang selama 5 menit.
4. Masukkan baking powder, aduk biasa hingga rata.
5. Diamkan adonan selama 40 menit.

Cara Membuat Martabak Nutella :
1. Panaskan wajan teflon ukuran diameter +/- 24cm atau ukuran sedang selama 5 menit. Olesi sedikit margarin.
2. Tuang adonan martabak, ratakan. Tidak perlu sampai terlalu penuh adonan yang dituang. Tunggu sekitar 7 menit, atau hingga adonan mulai berpori seperti sarang lebah.
3. Jika sudah berpori dengan rata dan matang, angkat, pindahkan ke talenan.
4. Olesi permukaan martabak dengan margarin, olesi Nutella hingga rata, tambahkan susu kental manis, kemudian ceres, terakhir adalah parutan keju cheddar.
5. Potong menjadi dua bagian sama rata, kemudian lipat menjadi setengah lingkaran.
6. Potong kecil sesuai selera.

campurkan semua adonan
into the pan
berpori seperti sarang lebah, bzzz
siap didandanin :)
a generous amount of nutella, yumm yumm
pour the meses ceres
please be generous with the cheese too
ta-da ! home-made martabak nutella

see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission

Friday, 20 February 2015

Travelling : Festival Lampion Suzhou di BSD City

Menyambut liburan Tahun Baru Cina atau Imlek tanggal 19 Februari 2015 kemarin, saya sekeluarga jalan-jalan ke BSD City, Tangsel. Ada apa disana? Rupanya sedang ada Festival Lampion Suzhou. Pertama kali dapat info acara ini dari akun twitter @liburananak (go follow them ! banyak info menarik seputar liburan untuk anak-anak dan keluarga). Berhubung saya dan suami paling malas kalau menghabiskan liburan hanya membawa anak-anak ke mall, maka dengan adanya acara semacam ini, kami pun penasaran ingin tau seperti apa Festival Lampion Suzhou ini. Kebetulan dari rumah kami ke BSD City tidak terlalu jauh.

Acaranya diselenggarakan di Lapangan Sunburst. Untuk ancer-ancernya lapangan ini berada di seberangnya Giant BSD City. Paling bagus kalau kesini adalah setelah pukul 18.00 WIB karena matahari mulai tenggelam dan lampion-lampion cantik ini akan terlihat kontras menyala. Seperti yang sudah saya duga, AZA dan IZI sangaaatt amaatt girang dibawa kesini. Mereka belum pernah melihat lampion sebanyak dan sebesar ini. Saya dan suami punya rencana untuk mengajak anak-anak liburan ke daerah Batu, Malang untuk melihat Lampion Garden di Batu Night Spectacular (BNS), tapi berhubung ke Malang membutuhkan perencanaan budget dan waktu liburan yang lebih matang, adanya Festival Lampion yang jaraknya hanya sekedip mata ini bisa jadi obat pengganti, hehehe...

Ohya, tiket masuk ke Festival Lampion Suzhou ini untuk Hari Senin - Kamis dikenakan tarif Rp. 20.000/orang dan untuk Hari Jum'at - Minggu tarifnya Rp. 25.000/orang. Berhubung hari Kamis kemarin terhitung tanggal merah alias hari Libur, maka berlaku tarif yang Rp. 25.000/orang. Untuk anak usia diatas 3 tahun sudah dihitung 1 tiket penuh (sama dengan tiket dewasa). Menurut informasi, festival ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Maret 2015 mendatang.

Sekedar tips dari saya, kalau mau kesini, berhubung tempatnya di lapangan terbuka, terutama disaat cuaca sedang banyak curah hujan, jangan lupa menggunakan sepatu datar saja karena tanahnya cenderung becek dan beberapa bagian agak berlumpur, tapi tempatnya tidak melulu berupa tanah becek kok, ada bebatuan kerikil juga yang bisa dijadikan tempat berjalan. Tidak disarankan bawa stroller kalau kesini yaaa bapak ibu, kasihan babynya nanti terguncang guncang di stroller karena jalanan kerikil yang tidak rata.

Banyak sekali acara dan hiburan yang diadakan didalam festival ini, ada pertunjukan Barongsai, hiburan musik di panggung acara, wisata kulinernya juga ada, banyak kios makanan dan jajanan disini, juga ada bazaar aneka produk kerajinan, mainan, pakaian hingga mobil. Selain itu juga ada mainan anak-anak seperti trampolin, rumah balon, sepeda air, bola-bola air, kereta-keretaan, dan lain-lain. Jadi, tidak hanya lampion saja, tapi banyaak sekali hiburan yang ada disini. Murah meriah, tentunya anak senang, orang tua juga senang karena ramah di kantong, hehehe...


gerbang masuk luar (parking ticket)
gapura masuk bagian dalam
panda
lampion merah cantik khas imlek
ada cafe juga loh disini
jajanan kerak telor
lampion topeng kabuki jepang
kapalnya bisa goyang-goyang loh
areal kios makanan dihias cantik dengan lampion diatasnya
lampion warna warni cantik
nah, yang ini jadi favorit kami sekeluarga, lampion naga raksasa !


see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission

Wednesday, 18 February 2015

My Mayo Diet Story

Masalah klasik setelah melahirkan? Tentunya oh tentunyaaa adalah berat badan. Saya sendiri adalah tipe orang yang mudah sekali menaikkan berat badan ketimbang menurunkannya (hiksss...). Jika ini terjadi juga kepada kalian, well, you're not alone sista ! Cerita sedikit tentang kehamilan anak kedua tahun 2013 lalu, sempat mengalami eklampsia yang salah satunya menyebabkan berat badan saya melonjak drastis hingga 97 kg dan tekanan darah saya naik drastis hingga 200 ! Sesungguhnya, ini adalah rekor terberat sepanjang hidup saya. Ketika IZI lahir, pertengahan bulan Desember 2013 lalu, dan setelah dirawat di ICU selama 4 hari akibat eklampsia plus 3 hari di ruang perawatan pasca cesar kemarin, alhamdulillah berat badan turun sebanyak 16 kg dan tekanan darah saya kembali normal. Tapii oh tapii, apa kabar sisa belasan kilogram yang masih betah duduk manis di badan saya? (*nangis di pojokan)

Sebelum hamil IZI, berat badan saya adalah 68kg, itupun masih lebih 8-10kg setelah melahirkan AZA (normalnya saya sekitar 58-60kg). Setelah masa cuti melahirkan saya selesai dan kembali bekerja, saya sempat menurunkan 3kg lagi di rumah hingga akhirnya angka timbangan berada di 78kg. Kesibukan sebagai wanita bekerja kantoran dan wanita menyusui pun saya jalankan, tanpa terasa hingga IZI sempat ASI ekslusif selama 8 bulan (setelah itu produksi ASI saya berkurang drastis karena sudah mendapat haid pertama pasca melahirkan). Selama IZI masih ASI ekslusif, saya sama sekali tidak mau melakukan diet secara ketat, karena saya ingin memastikan gizi yang didapat IZI dari ASI saya merupakan gizi yang terbaik. Meskipun demikian, dengan menyusuipun tanpa tersasa berat badan juga berkurang, meskipun perlahan namun pasti akhirnya saya sempat susut lagi hingga stuck di angka 73kg.

Dan saat itupun datang, pemeriksaan Medical Check Up rutin yang diadakan akhir tahun 2014 kemarin dari kantor saya. Jeng jeng jeng.. kolesterol saya tinggi sekalii.. dan memang disitu dinyatakan overweight dengan Body Mass Index diatas 25 (*nangis lagi di pojokan). Saya tersadar, pola hidup saya harus dirubah, dan saya harus melakukan ini demi tubuh yang lebih sehat, saya masih muda, anak sudah 2, masih kecil-kecil pula, rasanya ingin berumur panjang dan berkumpul bersama suami dan anak-anak tercinta tentunya selalu dalam keadaan sehat walafiat, aamiin ya rabbal alamin..

Setelah konsultasi dengan dokter, saya memang disarankan untuk diet rendah garam, atau tinggi serat, atau apapun itu yang kiranya sanggup saya lakukan untuk menurunkan kadar kolesterol dan juga syukur-syukur sekalian berat badan saya. Terinspirasi dari blogger favorit saya, Kak Fifi Alvianto, dalam blognya dia coba Diet Mayo yaitu program diet dengan  menu makanan tanpa garam selama 13 hari. Sebenarnya ini adalah program diet yang ditujukan untuk detox badan, dan tentunya nilai plus yang didapat adalah turunnya berat badan. So, i started this program, melalui katering dari @screwpinekitchen , salah satu ownernya adalah Mbak Tania.

Diet Mayo ini adalah diet tanpa garam, selama 13 hari, no cheating at all. Karena ini katering, jadi kita tinggal duduk manis menunggu makanan diantar ke tempat tujuan. Kalau kita bekerja? Jangan khawatir, screwpinekitchen akan meminta 2 alamat kita, yaitu alamat pengiriman selama weekday (saya kasih alamat kantor) dan alamat selama weekend (saya kasih alamat rumah). Makanan diantar melalui kurir Go-Jek dan sekali antar langsung untuk Lunch dan Dinner, so untuk Dinner tinggal kita hangatkan kembali di rumah.

What makes them different from another Diet Mayo Catering is their excellent services with their customers. Mbak Tania rajin kirim daily email yang berisi motivasi bagi clientnya yang sedang menjalani program ini selama 13 hari. Memang sih, awalnya tentu berat sekali menjalani diet ini, bayangkan aja, tanpa garammm, sedangkan saya di kantor dijuluki "si ratu mecin" alias penyuka cemilan gurih2, hihihi... Empat hari pertama saya menjalani diet ini jujur saja, kepala sedikit pusing, sulit konsentrasi di tempat kerja (karena selalu tergiur ingin cheats dan makan bebass) tapi kembali lagi saya baca email-email motivasi dari Mbak Tania and team, saya teringat kembali, alasan utama saya ketika menjalani diet ini : SAYA INGIN SEHAT !

And so it goes, tanpa terasa 13 hari dilewati juga meskpiun dengan  penuuuh perjuangan, terutama weekend disaat banyak sekali kondangan yang harus dihadiri. Jadi trik saya adalah membawa menu Lunch dalam bekal, dan makan selama di perjalanan  menuju ke kondangan supaya perut sudah kenyang, di kondangan nanti tinggal minum air putih saja, atau syukur-syukur kalau ada salad bar, masih bisa makan salad meskipun tanpa dressing :)

Hasilnya? Alhamdulillah selama 13 hari saya berhasil turun 5kg, lingkar pinggang menyusut 3cm, lingkar pinggul 2cm, dan lingkar dada 2cm. Yes, i'm finally can shake this baby weight over ! Saya kembali ke 68kg, memang sih masih ada pe-er sekitar 8-10kg lagi, but it's already a good start to shake another kilo. Celana kerja yang dulu sebelum hamil IZI akhirnya bisa dipakai lagi, yeaayy..

Semoga kalian yang membaca ini ikut terinspirasi untuk menjalani a much healthier way of life. Diet Mayo ini disarankan hanya dijalankan 1 tahun sekali, tapi bukan berarti setelah ini saya sebebas merpati makan apa saja, rasa-rasanya sayang kalau mau seperti itu, sudah susah-susah diturunin berat badannya, masa mau begitu saja dikembalikan lagi? Mudah-mudahan bisa terus menjaga pola makan yang jauh lebih sehat mulai sekarang dan kedepannya :) Biggest thanks to screwpinekitchen that makes this diet enjoyably fun !

look at this cute lunch box from them
day one lunch : omelette, roasted potatoes & pumpkins, sauteed spinach and totato salsa

day two lunch : pan fried dory with mango salsa, corn and green salad

day 11 lunch : poached eggs, warm pea salad and orange

before diet (kiri) 73kg & after diet (kanan) 68kg

For more info about the catering, kindly directly contact :
Instagram : @screwpinekitchen
Email : screwpinekitchen@gmail.com
Whatsapp / SMS : +6285891971043


see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission