blog by anindita: parenting
Showing posts with label parenting. Show all posts
Showing posts with label parenting. Show all posts

Sunday, 20 November 2016

Bermain Dengan Busy Book : Ide Kegiatan Sensory Play Untuk Anak Di Rumah


Semua anak tentu senang bermain, baik itu di dalam rumah, di luar rumah, di sekolah, di tempat rekreasi dan sebagainya. Saya pribadi lebih senang mengajak anak-anak untuk bermain di dalam rumah, selain lebih irit *penting ini makk, tentunya juga kita bisa mengawasi langsung jenis permainan yang dimainkan oleh anak anak kita. Kali ini saya mau membahas tentang Busy Book sebagai salah satu ide untuk kegiatan Sensory Play dengan anak yang dapat kita lakukan di rumah.

Sensory Play Itu Apa?
Sensory Play adalah bentuk permainan yang dapat mendorong atau meningkatkan pertumbuhan kognitif karena dapat menstimulasi berbagai panca indera manusia seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan hingga pengecapan. Sehingga manfaat dari permainan ini tentunya sangat besar bagi tumbuh kembang buah hati kita. Dan merupakan salah satu tugas kita sebagai orang tua untuk dapat memfasilitasi kegiatan tersebut.

Bermain Busy Book
Sesuai dengan namanya, Busy Book dimaksudkan untuk memberikan kesibukan bagi anak-anak melalui berbagai jenis pemainan yang menarik. Tetapi ini bukan sembarang permainan, melainkan dapat menstimulasi kognitif anak karena termasuk sebagai kategori Sensory Play. Busy Book ini sangat cocok dimainkan untuk anak usia 9 bulan hingga 4 tahun. Namun sebagai orang tua tetap harus mengawasi anak ketika bermain ya. Apa saja isinya? Ada banyak macamnya, dapat kita temukan di toko buku maupun online store namun biasanya Busy Book ini berisi berbagai macam jenis permainan dalam satu buku.


1. Permainan Menjahit (Lacing)
Terdiri dari beberapa kartu dari kertas karton yang sudah dilubangi dan tali sepatu. Adapun tujuannya untuk melatih motorik anak dengan cara memasukkan tali sepatu kedalam lubang pada tiap kartu yang tersedia, persis seperti menjahit. Kartu yang disediakan juga menarik, mengenai cuaca, ada gambar awan, pelangi, matahari, bulan dan bintang. Kita dapat mengenalkan tentang konsep dasar cuaca kepada anak-anak sambil melatih koordinasi motorik halus dan konsentrasi.


2. Bermain Rantai Flanel (Meronce / Threading)
Terdiri dari beberapa potong kain flanel warna warni dengan ujung tiap kain sudah dipasang velcro yang dapat merekatkan antar kain flanel. Anak diminta untuk meronce (threading) kain flanel membentuk ring berurutan hingga membentuk rantai. Tujuannya untuk melatih koordinasi mata-tangan, konsentrasi dan motorik halus anak. Selain itu juga cocok untuk mengenalkan konsep warna pada anak.



3. Merangkai Manik Gelang (Meronce / Threading)
Terdiri dari beberapa kawat bulu dan manik-manik aneka warna. Merupakan jenis permainan meronce / threading memasukkan manik-manik ke dalam kawat bulu, bisa untuk dibuat gelang, kalung atau dekorasi lainnya. Tujuannya untuk melatih koordinasi mata-tangan, konsentrasi, dan motorik halus anak. Kita juga dapat mengenalkan konsep warna, misalnya meminta anak memasukkan manik-manik hanya yang berwarna merah saja, dan seterusnya. Ohya, kita perlu mengawasi anak ketika bermain ini ya karena ukuran manik-manik yang cukup kecil dan menghindari bahaya tertelan oleh anak.


4. Es Krim Potong (Matching)
Terdiri dari 8 pasang, stik es krim dan kain flanel berbentuk es loli. Cara bermainnya adalah dengan mencari pasangan warna yang tepat antara stik es krim dengan kain flanel berbentuk es loli. Tujuannya untuk mengenalkan konsep warna dan melatih konsentrasi. Selain itu dapat digunakan untuk pretend play, saya biasanya pura-pura menjadi penjual es loli dan anak-anak menjadi pembelinya, kadang saya lengkapi dengan "uang" dari kertas lipat warna warni. Seruu deh..hihihi


5. Pompom & Kartu Angka (Counting)
Dilengkapi dengan sejumah pompom aneka warna dan kartu bertuliskan angka dari 1 hingga 10. Permainan ini merupakan menghitung jumlah benda (pompom) sesuai dengan bilangan angka yang tertera pada kartu. Selain itu juga mencocokkan warna pompom sesuai dengan warna angka pada kartu. Sangat bagus untuk mengajarkan matematika dasar, seperti penjumlahan dan pengurangan, juga untuk sensori dasar seperti pengenalan warna. Kita dapat menyesuaikan dengan usia anak dan mengatur tingkat kesulitannya.


6. Mencocokkan Kartu (Memory)
Terdiri dari beberapa set kartu bergambar hewan. Permainannya berupa mencocokkan gambar hewan yang sama dari sejumlah kartu yang disediakan, seperti memory game. Tujuannya untuk melatih ingatan anak, koordinasi mata-tangan dan dapat juga digunakan untuk mengenalkan hewan.


5 Prinsip Dasar Sensory Play
Beberapa aturan dasar dan sederhana dalam sensory play, diantaranya :
  1. Mulai dari yang disukai anak, diharapkan agar anak mudah menyukai permainan yang ditawarkan
  2. Pemberian struktur : jika anak terlihat sudah menguasai, dapat ditingkatkan lagi kesulitannya
  3. Mengajak bermain : anak tidak dapat dipaksakan jika terlihat sedang tidak mood untuk bermain, tunggu beberapa waktu kemudian ajak kembali
  4. Jangan menyerah : terkadang anak terlihat tidak sabaran dalam mencoba permainan, jangan bosan untuk mengulangnya lagi lain waktu hingga anak dapat menguasi permainan
  5. Fleksibel : jangan kaku seperti guru yang galak, bersikap fleksibel saja, toh permainan ini dimaksudkan untuk bermain sambil belajar
Kita bahkan bisa kok membuat sendiri beberapa permainan diatas, cukup dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita. Lagipula, permainan seperti ini bisa meningkatkan bonding antara anak dengan orang tua, dan dapat menjadi alternatif permainan selain hanya bermain gadget di rumah. Have fun dan selamat bermain dengan si buah hati yaa mom..

Inspirasi Tulisan 
http://elhanalearningkit.com/manfaat-sensory-play-untuk-balita


See ya on my next post
Do not copy and paste photo without permission !

Saturday, 15 October 2016

[Review Film] Me VS Mami : Ketika Ibu dan Anak Tidak Pernah Kompak

Poster Film Me VS Mami (image source here)
The Theme
Petuah mengatakan bahwa "Surga berada dibawah telapak kaki Ibu". Betul begitu bukan? Sebagai anak, tentunya sudah merupakan salah satu kewajiban bagi kita untuk berbakti kepada orangtua, khususnya kepada Ibu. Namun, bagaimana kalau ternyata sosok Ibu yang selama ini identik dengan sifat-sifat penuh kelembutan dan keibuan justru malah sebaliknya? Seneng ngomel, mengkritik dan bahkan tidak kompak dengan anaknya. Film Me VS Mami, merupakan kategori Film Keluarga yang mengangkat tema unik, yaitu tentang hubungan antara seorang Ibu dan Anak perempuannya yang senantiasa diwarnai dengan konflik.

The Synopsis
Film Me VS Mami mengisahkan mengenai seorang wanita bernama Maudy Wirasti (Cut Mini) yang memiliki profesi sebagai Celebrity Chef dan menjadi seorang Host pada acara memasak di sebuah stasiun Televisi. Maudy merupakan seorang single parent, dengan segala kesibukan kariernya sebagai Chef otomatis tidak memiliki banyak waktu untuk putri semata wayangnya yang bernama Mira (Irish Bella) berusia 20 tahun. Hal ini lambat laun menjadi salah satu sumber ketidakkompakan hubungan antara Ibu dan Anak tersebut. Hingga suatu hari Uci (sebutan bagi nenek buyut Mira dari almarhum papinya) memberi kabar bahwa dirinya sedang sakit keras dan minta dijenguk oleh cicitnya. Masalahnya, Uci yang minta dijenguk oleh cicitnya ini, berada nun jauh di sebuah desa di Payakumbuh - Sumatera Barat. Maudy, sebagai ibu dengan karakter dominan dan suka mengatur tentu saja tidak membiarkan Mira pergi sendirian ke Payakumbuh. Melepas anak gadisnya pergi sendirian ke pulau seberang? Big no no bagi Maudy ! Disinilah petualangan Mira dan Maminya dimulai.

Perjalanan ke Payakumbuh yang seharusnya dijadwalkan selesai dalam 2 hari 1 malam, ternyata memakan waktu lebih lama dan bahkan berubah menjadi sebuah petualangan tak terduga bagi Maudy dan Mira. Kesialan demi kesialan terus menghampiri perjalanan mereka berdua, dan konflik demi konflik diantara keduanya menjadi tak terelakkan. Ditengah perjalanan Ibu dan Anak ini bertemu dengan seorang backpacker misterius bernama Rio (Dimas Aditya) yang diam-diam membuat Mira jatuh hati pada pandangan pertama dengan Rio. Lalu bagaimana dengan Maudy? Sebagai seorang ibu yang pengatur, kemunculan Rio tentunya tidak dengan mudahnya diterima. Hal ini semakin memicu pertengkaran antara Maudy dengan Mira.

Petualangan dan kesialan seperti apa sih yang dialami oleh si Mami dan Mira selama perjalanan ke Payakumbuh? Siapakah sosok Rio sebenarnya? Mengapa Mira bisa jatuh hati pada Rio? Bagaimana kelanjutan kisah perjalanan mereka? Penasarannn? Jangan lewatkan tayangan perdana Film Me VS Mami di bioskop Indonesia mulai tanggal 20 Oktober 2016.

The Cast and Crew
Film Me VS Mami merupakan sebuah karya persembahan dari rumah produksi MNC Pictures disutradarai oleh Ody C. Harahap. Film berdurasi 90 menit ini adalah Film Keluarga dengan genre Drama Komedi. Jujur, saya sendiri sepanjang menonton Film Screening Me VS Mami, gak berhenti ketawa, bahkan di beberapa adegan sukses membuat saya menitikkan air mata. Banyak pesan-pesan mengharukan dari kisah ibu dan putrinya ini. Penonton juga secara visual sangat dimanjakan akan keindahan lansekap di beberapa kota Sumatera Barat.

Berikut ini adalah beberapa nama aktor, aktris serta kru pendukung dalam Film Me VS Mami :
Sutradara : Ody C. Harahap
Penulis Naskah : Vera Varidia
Pemain Film : Cut Mini (Maudy / Mami), Irish Bella (Mira), Dimas Aditya (Rio), Mike Lucock, Gading Martin, Anwar Bab, Pierre Gruno, Selvy Kitty

The Trailer


The Film Screening
Kalau bukan karena undangan dari Blogger Crony nih, gak bakal bisa deh ngeliput langsung keseruan Film Screening Film Me VS Mami. Bertempat di Gandaria City XXI, acara dimulai on-time pada pukul 11.30 WIB. Baru pertama kalinya saya kopdar sama beberapa anggota dari Blogger Crony. Thanks to Mas Satto Raji selaku panitia, dan tentunya beberapa temen-temen Blogger Crony yang sebagian besar baru saya kenal pas acara tersebut, It was super fuunn! Sayang bangett ga sempet cegat salah satu artis pemain Film Me VS Mami buat diajakin selfie / wefie gituu (laahh siapee guee) because yah maklum, mereka super sibuk dan dikelilingi sama awak media yang udah nungguin untuk wawancara dan press conference. Well, sukses buat penayangan Film Me VS Mami, dan tentunya sukses dan dukung terus perfilman Indonesia yaa guys !

Cut Mini (foto credit to mba Ani Berta)
Irish Bella (foto credit to mba Ani Berta)
Dimas Aditya (foto credit to mba Ani Berta)



See ya on my next post
Do not copy and paste photo without permission !

Tuesday, 11 October 2016

Video Campaign for Wyeth Parenting Club


Pertama kali ditawarin sama Mba Mira, mau daftar gak nih buat jadi talent video campaign dari Wyeth? Tanpa pikir panjang, setelah melihat syarat-syaratnya, langsung deh cuss ikutan daftar. Jujur aja, ga berharap banyak bakal kepilih jadi talentnya, wong yang daftar diantaranya : selebgram, blogger maupun influencer senior yang udah top markotop deh followernya. Sampai tibalah kabar Whatsapp dari Mba Mira pada suatu malam, jreng jreng...Alhamdulillah ternyata saya berkesempatan untuk ikut ambil bagian dalam video campaign dari Wyeth.

Kemudian perasaan berikutnya yang muncul adalah : Gugup ! Iya gimana nggak, secara lebih detail Mba Mira ngasih "contekan" (lebih ke arah guide sih sebenarnya) beberapa list pertanyaan yang akan ditanyakan dan kita diminta untuk memberikan jawaban sesuai dengan pengalaman kita sendiri, sebagai seorang ibu tentunya. Jadi, sebenarnya skrip terbangun dengan sendirinya dari jawaban-jawaban yang dituturkan oleh si Ibu (seperti model interview / ngobrol santai). Kenapa saya harus gugup sih? Toh pertanyaan yang diajukan juga bukan hal yang belum pernah saya alami, sebagian besar adalah pertanyaan umum yang rata-rata para Ibu pasti sudah pernah mengalaminya. Saya gugup karena bagaimanapun ini baru pertama kalinya ditawari menjadi talent video campaign, dan dari Brand yang cukup punya nama besar. Tentu saya gak boleh bikin malu dong ah. Selama ini di kantor, paling mentok jadi talent video rekrutment, atau video tanggap darurat (yes, saya jadi talent yang ngumpet di kolong meja, saat itu skripnya tentang tanggap darurat kondisi gempa bumi). Hahaha, boleh loh kalau mau ketawa.

Oke, dari pengalaman pertama saya syuting Video Campaign yang dikelola secara profesional, saya mau sedikit sharing mengenai the Do's and Dont's.

The Do's :
  • Datang minimal 15 menit sebelumnya, tujuannya agar bisa "mempelajari" area / lokasi syuting dengan lebih baik (saya sih biar mudah adaptasinya)
  • Perhatikan Dress Code yang sudah ditetapkan (jangan sampe saltum deh)
  • Siap dengan segala kondisi saat syuting, jaga mood kita dengan baik (misal : giliran syuting menjadi molor, atau syuting tidak berjalan dengan lancar)
  • Dengarkan Briefing dari Client sebaik-baiknya, kalau perlu catat poin-poin penting (agar tidak berkali-kali take adegan cyiinn)
  • Ingat baik-baik keyword yang diharapkan dari Client untuk kita ucapkan di video tersebut (kita harus inline dengan campaign dari brand yang meng-hire kita)
The Dont's :
  • Datang terlambat. No no no, selain akan gradak gruduk, bisa jadi kita kurang persiapan jadinya
  • Tidak Profesional. Meskipun bukan selebritis, atau selebgram, setidaknya bukan jadi alasan kita untuk tidak bersikap profesional, terlebih lagi jika ada Client yang ikut memonitor syuting kita.
  • Saltum. Karena beberapa motif baju / kerudung, akan menimbulkan efek "flicker" di kamera (misal, motif garis-garis kecil, kotak-kotak kecil, sebaiknya yang aman adalah motif polos dan berwarna kalem)
  • Tidak Mempelajari Skrip / terlalu banyak berimprovisasi. Sebenarnya improvisasi boleh saja, namun pada beberapa video campaign, ada exact keyword yang diharapkan di-delivered oleh talent sebaik mungkin, agar pesan yang ingin disampaikan, tercapture dengan baik. Jika terlalu banyak improvisasi, dikhawatirkan pesan yang diinginkan tidak tersampaikan dengan baik.

Kira-kira ini sih pengalaman saya syuting Video Campaign, dan sangat berkesan bagi saya (because ini pertama kalinya bagi saya). Untuk Videonya itu sendiri adalah Campaign tentang Wyeth Parenting Club, dalam rangka peluncuran website khusus membahas seputar Parenting, didalamnya terdapat banyak Tips-Tips seputar Parenting dan stimulasi perkembangan kepintaran si Kecil. Mau lihat hasil Video Campaign saya? Intip disinii... (maaf klo isinya penuh sama pipi sayaaa dan Thumbnail yang pas mata lagi sayuu)


Info Lebih Lanjut mengenai Wyeth Parenting Club, silahkan berkunjung ke :
Website : https://www.parentingclub.co.id/
Instagram : @parentingclubid
Twitter : @parentingclubid 


See ya on my next post
Do not copy and paste photo without permission !

Tuesday, 4 October 2016

Sudah Amankah Peralatan Listrik Rumah Tangga Anda ?

Pertanyaan yang cukup menggelitik telinga saya : Sudah amankah peralatan listrik rumah tangga anda? Apakah anda yakin rumah anda aman dari bahaya kebakaran akibat listrik? Aman.. aman dan aman... Hal ini memang merupakan sebuah kemutlakan bagi kita terutama listrik memang kerap dekat dengan keseharian dan bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok. Pada Talk Show tanggal 1 Oktober 2016 yang saya hadiri, diselenggarakan oleh Schneider Electric bersama dengan Kumpulan Emak Blogger berjudul : Cara Jitu Lindungi Rumah dari Bahaya Listrik, dibahas dan dikupas lengkap mengenai permasalahan tersebut.



Hayoo coba ngaku disini siapa yang urusan kelistrikan di rumah diserahin ke tukang atau suami / para kaum lelaki yang ada di rumah? *ngacung jarii (termasuk saya juga sih, hahaha). Nah pada Talk Show bersama Schneider Electric dan Kumpulan Emak Blogger saya jadi paham, bahwa urusan keamanan listrik sebaiknya juga perlu emak-emak ketahui karena toh biasanya memang kitalah yang paling sering berada di rumah.

Acara dibuka oleh Mak Icoel, dan mba Mira Sahid sebagai moderatornya. Bertempat di Hong Kong Cafe daerah Sarinah, Jakarta, para emak-emak blogger serius menyimak penjelasan dari Bpk. Frankco Nasarino sebagai Product Marketing Partner Retail Business dari Schneider Electric Indonesia. Saya kira udah bapak-bapak, gak taunya masih bapak-bapak muda, hahaha...

mak Icoel
mak moderator : mira sahid
serius dengerin penjelasan Bpk. Frankco

Oke, jadi sebagai emak-emak, apa sih yang wajib kita pahami mengenai peralatan pengaman listrik di rumah? Apalagi saya punya 2 balita dirumah yang sehari-harinya lebih sering bersama mbak dan oma opanya.

Apa itu MCB? Pentingkah?
MCB atau Miniature Circuit Breaker, istilah gampangnya adalah alat pengaman instalasi listrik dari korslet, berfungsi sebagai pengaman beban listrik yang berlebih, jadi secara otomatis dia akan memutus aliran listrik berlebih tersebut. Sering kan kita mengalami "turun listrik", atau "listrik jepret" ? Biasanya gara-gara apa sih? Coba cek deh pemakaian listrik dirumah kita, kan sering tuh misalnya : AC nyala, TV maupun lampu di kamar atau ruangan lain nyala semua, belum lagi kulkas, microwave, setrikaan, dan lainnya. Yasalaam... berat juga ya beban listrik dirumah, macem beban hidup.. *eehh...

ini adalah MCB Box, tempat menampung beberapa MCB
Fungsi MCB
Kurang lebihnya secara garis besar fungsi MCB sebagai berikut :
  1. Mengamankan korslet / hubungan singkat, bahaya loh kalau sampai terjadi percikan api akibat perangkat listrik, ini biasanya pemicu kebakaran
  2. Mengamankan beban lebih. Biasanya tergantung dari daya terpasang di rumah kita, jika bebannya sudah melebihi daya yang terpasang, otomatis MCB akan memutus aliran listrik.
  3. Sakelar Utama. Jadi ibarat panel utama, dari sini kita bisa memutus semua aliran listrik di rumah.
Cara Mengetahui Daya Listrik di Rumah
Coba cek Kwh Meter kita (yang dipasang sama PLN), dilihat yang angka paling besarnya, contohnya biasanya : C4, C6, C10 dst. Nah standar rata-rata tegangan listrik di Indonesia adalah 220 Volt. Jadi, klo misalnya MCB kita tulisannya C10 tinggal dikali 220, berarti daya terpasang adalah 2200 Volt. Nah, udah mulai agak terang sedikit nih pikiran saya, minimal bisa ngecek daya terpasang di rumah, dan dicek deh tuh peralatan listrik dirumah apakah melebihi kapasitas daya dirumah apa nggak. Kadang sering juga sih saya mengalami "jepret" listrik tiba-tiba.

RCBO juga penting !
Waduhh apalagi inii? Tenang bu ibu..jangan keburu puyeng ya.. Lebih jauh lagi dijelaskan mengenai perangkat pengaman listrik di rumah. RCBO adalah Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection secara simpelnya, alat ini juga berfungsi penting sebagai pengaman kita dari sengatan listrik. Tahukah mak? Bahwa sengatan listrik sebesar 220 volt bisa membunuh seekor gajah ! Amit amitt (* ketok ketok meja). Nah RCBO ini sebaiknya diletakkan di tempat-tempat lembap area rumah kita misal : kamar mandi, kolam renang, dapur, taman, dll. RCBO juga sebaiknya dipasang di sirkuit listrik yang berada pada jangkauan anak-anak, karena dia berfungsi sebagai pemutus arus listrik saat mulai terdeteksi adanya kebocoran. Lebih baik kita mencegah daripada mengobati kan yaa..

Nah, Schneider Electric baru-baru ini merilis produk baru namanya Domae SRCBO Slim dengan keunggulan sebagai berikut :
  1. Perlindungan dari bahaya sengatan listrik
  2. Melindungi jaringan listrik dari beban lebih
  3. Ukuran lebih slim
  4. Harga ekonomis
  5. Memiliki 2 fungsi dalam 1 alat (sebagai pengaman beban lebih dan pendeteksi kebocoran listrik)
RCBO Slim
yang sebelah kiri adalah MCBO, yang kanan adalah MCB

Tips Aman dari Bahaya Listrik Dirumah
Beberapa tips berguna seputar pengamanan perangkat listrik dirumah. Beberapa tips mungkin sudah sering kita dengar ya mak, tapi tetap saja prakteknya suka lupa (saya sih sering lupa..)
  • Jika punya anak-anak kecil, sebisa mungkin lindungi stop kontak kita (bisa pakai penutup stop kontak), agar anak-anak tidak mudah mengakses
  • Hindari penggunakan colokan listrik yang berlebih. Jangan menumpuk terlalu banyak terminal colokan listrik pada satu lubang
  • Jika peralatan listrik tidak dipakai dalam jangka waktu lama, ada baiknya colokannya dicabut (jangan biasakan posisi stand by pada alat elektronik)
  • Gunakan peralatan listrik yang sudah berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)
Oke, daritadi bahas tentang teori kan yaa.. Pada Talk Show kemarin gamesnya juga masih seputaran utak atik MCB Box, hahahah seruu dehh emak-emak pada berkerumun dalam kelompok kecil, kita sama-sama awam tentang peralatan listrik, tapi karena hadiahnya berupa Voucher belanja MAP senilai 1 Juta Rupiah untuk 5 orang, wuusshh langsung pada semangat deh emak-emak.. (sayang kelompok kami ga menang, tapi tetep seruu ikutin gamesnya)

games seru memasang kabel di MCB Box
kurang lebihnya seperti ini hasil kelompok kami

Oke, biar ga makin "gelap pengetahuan" nih mak, saya kasih link Video di Youtube persembahan dari Schneider Electric Indonesia mengenai :
Atau kalau butuh bantuan teknisi terpercaya dalam memasang RCBO, MCB, kebetulan Schneider Electric Indonesia sedang ada harga promo di Bulan Oktober ini. Keterangan dan Info lebih lanjut bisa langsung menghubungi :

Customer Care Center (Jakarta)
Hotline : 1500055 
Fax : (62) (21) 750 4415-16 
Email : customercare.id@schneider-electric.com

Gak lengkap rasanya menghadiri event KEB kalau gak ada foto-foto bersamanya, hehehe.. Terima kasih atas undangannya, saya bener-bener makin memahami dan mendapat ilmu mengenai peralatan pengaman listrik dirumah, jadi lebih aware deh.
OOTD dulu sebelum berangkat : dress code PUTIH
Hong Kong Cafe, Jakarta
selfie sama si cantik Mba Mira Sahid
makan siangnya enaaak
bersama Kumpulan Emak Blogger


See ya on my next post
Do not copy and paste photo without permission !

Tuesday, 30 August 2016

Event Report : Launching Suplemen Anak CITREX Upin & Ipin

Memenuhi undangan dari KEB (Kumpulan Emak Blogger), hari Sabtu 27 Agustus 2016 kemarin saya berkesempatan menghadiri acara Launching Suplemen Anak CITREX Upin dan Ipin, acara bertempat di MOI (Mall of Indonesia) Kelapa Gading, tepatnya di restoran Dapur Sunda. Sayang sekali saya ga menyaksikan acara dari pembukaan, karena sudah telat setengah jam (jalanan Jakarta ga bisa diprediksi yaa maak) *cari alesan*

Oke, saya langsung duduk manis nyempil di meja temen-temen KEB yang sudah lebih dulu datang. Acara yang saya ikuti adalah Talk Show berjudul "Semangat Baru di Tahun Ajaran Baru". Tersedia 3 pembicara yang ahli di bidangnya masing-masing yaitu : Psikolog Anak, Kasandra Putranto; Dokter Gizi Klinik, Dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK; dan perwakilan dari PT. Mega Pharmaniaga, Wan Syurya Tri Dharma.

Talk Show & Press Conference

Para Pembicara dan Pengisi Suara Opah (Hj. Ainon Ariff) di Upin & Ipin

Dari Talk Show ini saya mendapat banyak sekali informasi, terutama mengenai nutrisi dan perkembangan pada anak sesuai dengan kelompok umurnya. Tahukah moms, bahwa ternyata anak usia Sekolah Dasar (sekitar 6-12 tahun), merupakan salah satu kelompok usia yang rentan terhadap kurang gizi, seperti misalnya berat badan kurang, anemia defisiensi zat besi, kekurangan vitamin C, bahkan di beberapa daerah di Indonesia kerap dijumpai anak yang kekurangan zat Iodium. Sedangkan sebagian besar kebutuhan gizi pada anak digunakan untuk aktivitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh.

Kemudian timbul pertanyaan, seberapa pentingkah tambahan asupan Vitamin pada Anak ? Pada Talk Show ini dijelaskan langsung dari pakarnya. Begini kira-kira penjelasannya, Vitamin merupakan molekul organik multifungsi, yang sebenarnya bisa didapat dari bahan pangan yang dikonsumsi oleh anak melalui makanan sehat tentunya. Namun Vitamin C dan Vitamin B tetap dibutuhkan oleh anak lantaran tubuh tidak memproduksi kandungan molekul organik. Selama kita yakin bahwa anak kita senantiasa mengkonsumsi makanan sehat semacam buah dan sayur, mungkin tidak perlu khawatir. Nah bagaimana dengan anak yg picky eater (pilih-pilih makanan), tentunya asupan Vitamin tambahan perlu ekstra diperhatikan.

Saya langsung menyimak dengan sungguh-sungguh nih Talk Shownya, karena kakak AZA merupakan picky eater dan cukup sulit memberikan sayur maupun buah dalam makanannya sehari-hari. Sehingga saya sebagai ibu memang kadang sering dibuat pusing dengan menyiasati kebutuhan gizi dan vitamin kakak AZA.

Nah, Citrex Upin & Ipin hadir di Indonesia untuk menawarkan alternatif Suplemen Makanan Anak-Anak. Tersedia dalam 3 varian rasa : Vitamin C Orange, Vitamin C Blackcurrant dan Vitamin BCO + Lysine rasa Cokelat.

3 varian rasa Suplemen Makanan Citrex Upin & Ipin
Photo Courtesy : https://www.facebook.com/UpinIpinCitrex/

Citrex Upin & Ipin Vitamin C 100mg
Tersedia dalam 2 rasa yaitu Orange dan Blackcurrant. Merupakan tablet kunyah atau hisap, berfungsi sebagai antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak. Dengan dosis yang tepat justru dapat mencegah asam dan  perih di lambung serta aman bagi ginjal. Dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan gejala demam serta flu.

Citrex Upin & Ipin Vitamin BCO + Lysine
Tersedia dalam rasa cokelat. Kombinasi vitamin B1, B6 dan B12 dapat menjaga anak-anak sehat dan berenergi. Kandungan Lysine juga dapat memperbaiki nafsu makan anak.

Jujur saya pribadi baru tau banget ada Suplemen / Vitamin Anak dengan rasa cokelat *mungkin saya emak kuper yak, hahaha*. Soalnya suka bingung kadang nyobain kasih vitamin ke kakak AZA, karena rata-rata yang saya tau jarang ada yang mengeluarkan varian rasa cokelat. Mudah-mudahan si bocahnya doyan yak.. Ohya moms, dosis pemberian Vitamin / Suplemen Anak ini cukup 1 kali sehari saja ya.

Selesai Talk Show, kemudian dilanjutkan deh dengan makan bersama dengan hidangan dari Dapur Sunda. Makasih ya makmin KEB, acaranya seruu banget, walaupun saya buru-buru abis foto bareng malah anak-anak rewel minta pulang, jadi ga kebagian goodie bagnya, hiks hiks.. Gapapa deh, sampai ketemu di Event selanjutnya yaa maak :)





See ya on my next post.
Do not copy and paste photo without permission !

Saturday, 29 August 2015

Sensory Play : Water Beads

Permainan yang paling disukai oleh anak-anak biasanya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan air. Bulan lalu, saya dan beberapa teman di kantor berniat membeli maian edukasi anak, tujuannya kita mau membuat permainan ala-ala sensory play. Jadilah saya membeli Water Beads. Apa sih water beads itu? Bahasa gampangnya, ini adalah semacam kelereng air. Bentuk awal sewaktu kering adalah sebesar butiran manik-manik seperti biasa ditemukan di payet-payet pakaian. Untuk menjadi full size water beads, produk harus direndam dalam air selama kurang lebih 4 jam (instruksinya ada di dalam tiap kemasan mainan)

sebelum direndam air, sebesar manik-manik

rendam selama 4 jam dalam air yang cukup banyak
setelah direndam 4 jam, sudah sebesar kelereng

Water Beads ini sendiri sudah banyak ditemukan di pasaran. Pastikan anda memilih produk yang aman dan tidak beracun bagi anak-anak. Karena diluar sana banyak produk sejenis yang menggunakan pewarna buatan dan tentunya tidak aman untuk dimainkan oleh anak-anak kita moms. Sekedar tips untuk membedakan mana produk yang menggunakan pewarna yang aman dan mana yang tidak adalah ketika produk direndam dalam air, jika menggunakan pewarna buatan, biasanya air sisa rendaman akan luntur dan berwarna. Jika air sisa rendaman tetap jernih dan bening seperti kondisi awal air dituang, bisa dipastikan Water Beadsnya aman dari kimia-kimia pewarna yang berbahaya. Ohya, yang bisa menjadi pembeda selanjutnya adalah, kalau yang menggunakan pewarna tidak aman, biasanya warna beadsnya terlalu gonjreng. Bisa dilihat pada foto saya diatas, warna-warna yang soft dari beadsnya menandakan pewarna yang digunakan bukan dari bahan yang berbahaya.

Apa sih gunanya sensory play dengan menggunakan water beads ini? Well, banyak moms kegunaannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari permainan tersebut :
  • Anak belajar mengenal tekstur (water beads mudah digenggam dan bahkan bisa diremas hingga hancur, sehingga melatih motorik kasar anak)
  • Warna-warni pada water beads bisa mengajarkan anak tentang warna dan belajar sorting warna (memilah beads berdasarkan warnanya)
  • Mengajarkan anak pada permainan mudah berhitung. Ini bisa diajarkan secara simpel, seperti menghitung sampai 10, mengelompokkan beads hingga sejumlah tertentu sesuai angka yang ingin kita ajarkan pada anak
  • Melatih kesabaran anak. Tentunya ketika bermain mensortir warna dan jumlah, anak diajarkan untuk telaten memisah-misahkan beads berdasarkan kategori warna tertentu

Tentunya masih banyaaak sekali keuntungannya... Nah, persiapan untuk bermainnya itu sendiri cukup simple sebenernya moms. Peralatan yang saya siapkan waktu itu adalah :
  • Ember plastik sedang, biasa kita pakai untuk mencuci pakaian
  • Bola-bola plastik
  • Air untuk mengisi ember
  • Ember kecil dan sendok plastik (biasanya peralatan ini untuk bermain pasir)
  • Water Beads

Setelah semua perlengkapan sudah disiapkan, saya isi ember dengan air secukupnya, cemplungkan semua bola-bola plastik yang ada ditambahkan dengan water beads yang tentunya sudah direndam terlebih dahulu sehingga sudah mengembang dalam ukuran sebesar kelereng. Selain bola plastik, moms bisa cemplungkan mainan plastik apapun kesukaan anak-anak. Ide permainannya mudah saja, mintalah anak untuk "memancing" water beads menggunakan ember kecil dan sendok yang sudah disiapkan. Bagi AZA yang sudah lebih besar (4 tahun), sudah bisa saya instruksikan untuk memilah water beads berdasarkan warnanya. Hal ini bagus moms, untuk melancarkan anak mengenal beragam jenis warna sekaligus melatih motoriknya. Bagi IZI yang masih kecil (18 bulan), well instruksinya jauuh lebih simple, ambil sebanyak mungkin water beads yang bisa didapat...hihihi, dia senang sekali :)

Berhubung tekstur water beadsnya juga kenyal seperti jelly, jadi anak kita bisa belajar motorik halus juga, seperti melatih gerakan meremas, menggenggam, mencubit, dan sebagainya. Ohya, karena water beads ini bentuknya seperti jelly, pastikan juga kita selalu mengawasi anak kita sepanjang mereka bermain ya. Namanya juga anak-anak, meskipun bahan yang digunakan aman dari kimiawi, tapi sebaiknya juga jangan sampai dimasukkan kedalam mulut, terutama bagi anak-anak kita yang masih batita.

IZI, yang sedang gemas melihat water beadsnya, langsung dipencet-pencet :)
AZA, sedang mensortir hasil "pancingan"

Have fun playing with the kids :)


see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without permission