blog by anindita: sensory play
Showing posts with label sensory play. Show all posts
Showing posts with label sensory play. Show all posts

Sunday, 20 November 2016

Bermain Dengan Busy Book : Ide Kegiatan Sensory Play Untuk Anak Di Rumah


Semua anak tentu senang bermain, baik itu di dalam rumah, di luar rumah, di sekolah, di tempat rekreasi dan sebagainya. Saya pribadi lebih senang mengajak anak-anak untuk bermain di dalam rumah, selain lebih irit *penting ini makk, tentunya juga kita bisa mengawasi langsung jenis permainan yang dimainkan oleh anak anak kita. Kali ini saya mau membahas tentang Busy Book sebagai salah satu ide untuk kegiatan Sensory Play dengan anak yang dapat kita lakukan di rumah.

Sensory Play Itu Apa?
Sensory Play adalah bentuk permainan yang dapat mendorong atau meningkatkan pertumbuhan kognitif karena dapat menstimulasi berbagai panca indera manusia seperti penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan hingga pengecapan. Sehingga manfaat dari permainan ini tentunya sangat besar bagi tumbuh kembang buah hati kita. Dan merupakan salah satu tugas kita sebagai orang tua untuk dapat memfasilitasi kegiatan tersebut.

Bermain Busy Book
Sesuai dengan namanya, Busy Book dimaksudkan untuk memberikan kesibukan bagi anak-anak melalui berbagai jenis pemainan yang menarik. Tetapi ini bukan sembarang permainan, melainkan dapat menstimulasi kognitif anak karena termasuk sebagai kategori Sensory Play. Busy Book ini sangat cocok dimainkan untuk anak usia 9 bulan hingga 4 tahun. Namun sebagai orang tua tetap harus mengawasi anak ketika bermain ya. Apa saja isinya? Ada banyak macamnya, dapat kita temukan di toko buku maupun online store namun biasanya Busy Book ini berisi berbagai macam jenis permainan dalam satu buku.


1. Permainan Menjahit (Lacing)
Terdiri dari beberapa kartu dari kertas karton yang sudah dilubangi dan tali sepatu. Adapun tujuannya untuk melatih motorik anak dengan cara memasukkan tali sepatu kedalam lubang pada tiap kartu yang tersedia, persis seperti menjahit. Kartu yang disediakan juga menarik, mengenai cuaca, ada gambar awan, pelangi, matahari, bulan dan bintang. Kita dapat mengenalkan tentang konsep dasar cuaca kepada anak-anak sambil melatih koordinasi motorik halus dan konsentrasi.


2. Bermain Rantai Flanel (Meronce / Threading)
Terdiri dari beberapa potong kain flanel warna warni dengan ujung tiap kain sudah dipasang velcro yang dapat merekatkan antar kain flanel. Anak diminta untuk meronce (threading) kain flanel membentuk ring berurutan hingga membentuk rantai. Tujuannya untuk melatih koordinasi mata-tangan, konsentrasi dan motorik halus anak. Selain itu juga cocok untuk mengenalkan konsep warna pada anak.



3. Merangkai Manik Gelang (Meronce / Threading)
Terdiri dari beberapa kawat bulu dan manik-manik aneka warna. Merupakan jenis permainan meronce / threading memasukkan manik-manik ke dalam kawat bulu, bisa untuk dibuat gelang, kalung atau dekorasi lainnya. Tujuannya untuk melatih koordinasi mata-tangan, konsentrasi, dan motorik halus anak. Kita juga dapat mengenalkan konsep warna, misalnya meminta anak memasukkan manik-manik hanya yang berwarna merah saja, dan seterusnya. Ohya, kita perlu mengawasi anak ketika bermain ini ya karena ukuran manik-manik yang cukup kecil dan menghindari bahaya tertelan oleh anak.


4. Es Krim Potong (Matching)
Terdiri dari 8 pasang, stik es krim dan kain flanel berbentuk es loli. Cara bermainnya adalah dengan mencari pasangan warna yang tepat antara stik es krim dengan kain flanel berbentuk es loli. Tujuannya untuk mengenalkan konsep warna dan melatih konsentrasi. Selain itu dapat digunakan untuk pretend play, saya biasanya pura-pura menjadi penjual es loli dan anak-anak menjadi pembelinya, kadang saya lengkapi dengan "uang" dari kertas lipat warna warni. Seruu deh..hihihi


5. Pompom & Kartu Angka (Counting)
Dilengkapi dengan sejumah pompom aneka warna dan kartu bertuliskan angka dari 1 hingga 10. Permainan ini merupakan menghitung jumlah benda (pompom) sesuai dengan bilangan angka yang tertera pada kartu. Selain itu juga mencocokkan warna pompom sesuai dengan warna angka pada kartu. Sangat bagus untuk mengajarkan matematika dasar, seperti penjumlahan dan pengurangan, juga untuk sensori dasar seperti pengenalan warna. Kita dapat menyesuaikan dengan usia anak dan mengatur tingkat kesulitannya.


6. Mencocokkan Kartu (Memory)
Terdiri dari beberapa set kartu bergambar hewan. Permainannya berupa mencocokkan gambar hewan yang sama dari sejumlah kartu yang disediakan, seperti memory game. Tujuannya untuk melatih ingatan anak, koordinasi mata-tangan dan dapat juga digunakan untuk mengenalkan hewan.


5 Prinsip Dasar Sensory Play
Beberapa aturan dasar dan sederhana dalam sensory play, diantaranya :
  1. Mulai dari yang disukai anak, diharapkan agar anak mudah menyukai permainan yang ditawarkan
  2. Pemberian struktur : jika anak terlihat sudah menguasai, dapat ditingkatkan lagi kesulitannya
  3. Mengajak bermain : anak tidak dapat dipaksakan jika terlihat sedang tidak mood untuk bermain, tunggu beberapa waktu kemudian ajak kembali
  4. Jangan menyerah : terkadang anak terlihat tidak sabaran dalam mencoba permainan, jangan bosan untuk mengulangnya lagi lain waktu hingga anak dapat menguasi permainan
  5. Fleksibel : jangan kaku seperti guru yang galak, bersikap fleksibel saja, toh permainan ini dimaksudkan untuk bermain sambil belajar
Kita bahkan bisa kok membuat sendiri beberapa permainan diatas, cukup dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita. Lagipula, permainan seperti ini bisa meningkatkan bonding antara anak dengan orang tua, dan dapat menjadi alternatif permainan selain hanya bermain gadget di rumah. Have fun dan selamat bermain dengan si buah hati yaa mom..

Inspirasi Tulisan 
http://elhanalearningkit.com/manfaat-sensory-play-untuk-balita


See ya on my next post
Do not copy and paste photo without permission !

Saturday, 23 January 2016

DIY : Teapot Painting

Semenjak AZA mengikuti lomba mewarnai dan (Alhamdulillah) pernah menang juara 2 pada lomba tersebut, saya jadi semakin yakin bahwa passion AZA adalah pada seni lukis, sesuatu yang berhubungan dengan menggambar, mewarnai, melukis, anything that involves crafting, she likes it. Kegiatan mewarnai termasuk salah satu contoh Sensory Play. Kira-kira manfaatnya apa saja ya moms untuk anak kita? Ini dia yang saya kutip dari website http://elhanalearningkit.com/
  • Melatih perkembangan otak : semakin banyak informasi/pengalaman yg diberikan, semakin lengkap dan banyak bank data yg tersimpan. Otak semakin distimulasi maka akan semakin kokoh, sebaliknya jika tidak dilatih otak akan kurang bekerja.
  • Melatih regulasi diri : Tujuan yg diharapkan adalah menempatkan anak pada just right state, dimana anak pada level ini lebih tenang dan siap utk menerima stimulasi.
  • Meningkatkan bonding : Ketika orang tua menemani dan bermain bersama anak, saat itu pula orang tua sendang membangun ikatan batin dan kedekatan bersama buah hati.
  • Membantu perkembangan bahasa, motorik halus kasar, kognitif, sosial emosional, dan kreativitas.


she already has the confident to mix and match colours and make her own pattern
our creations together :)


This is our favorite quality time together, what's yours moms? :)



see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without my permission

Saturday, 29 August 2015

Sensory Play : Water Beads

Permainan yang paling disukai oleh anak-anak biasanya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan air. Bulan lalu, saya dan beberapa teman di kantor berniat membeli maian edukasi anak, tujuannya kita mau membuat permainan ala-ala sensory play. Jadilah saya membeli Water Beads. Apa sih water beads itu? Bahasa gampangnya, ini adalah semacam kelereng air. Bentuk awal sewaktu kering adalah sebesar butiran manik-manik seperti biasa ditemukan di payet-payet pakaian. Untuk menjadi full size water beads, produk harus direndam dalam air selama kurang lebih 4 jam (instruksinya ada di dalam tiap kemasan mainan)

sebelum direndam air, sebesar manik-manik

rendam selama 4 jam dalam air yang cukup banyak
setelah direndam 4 jam, sudah sebesar kelereng

Water Beads ini sendiri sudah banyak ditemukan di pasaran. Pastikan anda memilih produk yang aman dan tidak beracun bagi anak-anak. Karena diluar sana banyak produk sejenis yang menggunakan pewarna buatan dan tentunya tidak aman untuk dimainkan oleh anak-anak kita moms. Sekedar tips untuk membedakan mana produk yang menggunakan pewarna yang aman dan mana yang tidak adalah ketika produk direndam dalam air, jika menggunakan pewarna buatan, biasanya air sisa rendaman akan luntur dan berwarna. Jika air sisa rendaman tetap jernih dan bening seperti kondisi awal air dituang, bisa dipastikan Water Beadsnya aman dari kimia-kimia pewarna yang berbahaya. Ohya, yang bisa menjadi pembeda selanjutnya adalah, kalau yang menggunakan pewarna tidak aman, biasanya warna beadsnya terlalu gonjreng. Bisa dilihat pada foto saya diatas, warna-warna yang soft dari beadsnya menandakan pewarna yang digunakan bukan dari bahan yang berbahaya.

Apa sih gunanya sensory play dengan menggunakan water beads ini? Well, banyak moms kegunaannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari permainan tersebut :
  • Anak belajar mengenal tekstur (water beads mudah digenggam dan bahkan bisa diremas hingga hancur, sehingga melatih motorik kasar anak)
  • Warna-warni pada water beads bisa mengajarkan anak tentang warna dan belajar sorting warna (memilah beads berdasarkan warnanya)
  • Mengajarkan anak pada permainan mudah berhitung. Ini bisa diajarkan secara simpel, seperti menghitung sampai 10, mengelompokkan beads hingga sejumlah tertentu sesuai angka yang ingin kita ajarkan pada anak
  • Melatih kesabaran anak. Tentunya ketika bermain mensortir warna dan jumlah, anak diajarkan untuk telaten memisah-misahkan beads berdasarkan kategori warna tertentu

Tentunya masih banyaaak sekali keuntungannya... Nah, persiapan untuk bermainnya itu sendiri cukup simple sebenernya moms. Peralatan yang saya siapkan waktu itu adalah :
  • Ember plastik sedang, biasa kita pakai untuk mencuci pakaian
  • Bola-bola plastik
  • Air untuk mengisi ember
  • Ember kecil dan sendok plastik (biasanya peralatan ini untuk bermain pasir)
  • Water Beads

Setelah semua perlengkapan sudah disiapkan, saya isi ember dengan air secukupnya, cemplungkan semua bola-bola plastik yang ada ditambahkan dengan water beads yang tentunya sudah direndam terlebih dahulu sehingga sudah mengembang dalam ukuran sebesar kelereng. Selain bola plastik, moms bisa cemplungkan mainan plastik apapun kesukaan anak-anak. Ide permainannya mudah saja, mintalah anak untuk "memancing" water beads menggunakan ember kecil dan sendok yang sudah disiapkan. Bagi AZA yang sudah lebih besar (4 tahun), sudah bisa saya instruksikan untuk memilah water beads berdasarkan warnanya. Hal ini bagus moms, untuk melancarkan anak mengenal beragam jenis warna sekaligus melatih motoriknya. Bagi IZI yang masih kecil (18 bulan), well instruksinya jauuh lebih simple, ambil sebanyak mungkin water beads yang bisa didapat...hihihi, dia senang sekali :)

Berhubung tekstur water beadsnya juga kenyal seperti jelly, jadi anak kita bisa belajar motorik halus juga, seperti melatih gerakan meremas, menggenggam, mencubit, dan sebagainya. Ohya, karena water beads ini bentuknya seperti jelly, pastikan juga kita selalu mengawasi anak kita sepanjang mereka bermain ya. Namanya juga anak-anak, meskipun bahan yang digunakan aman dari kimiawi, tapi sebaiknya juga jangan sampai dimasukkan kedalam mulut, terutama bagi anak-anak kita yang masih batita.

IZI, yang sedang gemas melihat water beadsnya, langsung dipencet-pencet :)
AZA, sedang mensortir hasil "pancingan"

Have fun playing with the kids :)


see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without permission

Monday, 15 June 2015

DIY : Egg Cup Painting

Saya menyadari betul bahwa sejauh ini minat AZA sangat besar terhadap seni, terutama menggambar dan melukis. Ketika itu di Pre School tempatnya bersekolah menawarkan program bermain dan belajar tambahan semacam ekstrakurikuler. Saat itu gurunya menawarkan AZA untuk mengikuti kelas ballet karena AZA dinilai cukup lentur dan gemulai terhadap gerakan tari dan musik. Saya sudah sangat bersemangat membujuk AZA untuk mau mengikuti kelas ballet, karena saya juga melihat kalau di rumah, dia sangat senang menari dan merespon musik atau lagu-lagu dengan gerakan badan yang lincah. Maksud saya, gerakannya bukan sembarang bergerak tak beraturan, tapi menari dan terkadang AZA meniru gerakan tari yang pernah dia lihat di televisi. Sudah terbayang bayang di benak saya betapa lucunya AZA nanti memakai kostum ballet lengkap dengan rok tutu, sepatu dan kunciran cepol ala ballerina. Tapiiii ehhh tapiiii... AZA tidak mau masuk kelas ballet. Titik. Ketika saya bertanya apa alasannya sehingga tidak mau ikut kelas Ballet, AZA cuma menjawab : "gak mau ah, gak ada Audrey (sahabat karibnya di sekolah) di kelas ballet"......

Yaah namanya juga anak-anak yah, hehehe sayapun tidak memaksakan kehendak AZA untuk tetap masuk kelas ballet. Setelah mencari tau sana sini dengan gurunya, akhirnya ada alternatif ekstrakurikuler lainnya yang masih bisa AZA ikuti, salah satunya adalah kelas Fun With Art. Alhamdulillahhh bocahnya mau dan langsung setuju untuk mengikuti kelas menggambar tersebut. Ternyata, AZA sangat enjoy dan menyukai kegiatan menggambar, melukis dan mewarnai. Gurunya juga bilang, saat pelajaran menggambar, AZA bisa betah berlama-lama mewarnai atau menggambar hal-hal yang dia sukai.

Melihat hal tersebut, saya dan suami sepakat untuk mengarahkan minat dan mengasah bakatnya dalam hal seni. Dimulai dari hal kecil seperti misalnya meluangkan waktu sebentar saja , kapanpun AZA mau untuk menggambar. Saya selalu mengumpulkan kertas-kertas bekas print dokumen dari kantor yang sudah tidak terpakai tapi masih ada halaman kosong di baliknya. Saya kumpulkan untuk saya bawa pulang kerumah sebagai media corat-coret bagi AZA. Dia sangat senang sekali setiap kali saya pulang dan membawa kertas bekas untuk dia coret-coret. Alhamdulillah nak, bahagiamu sungguh sangat sederhana yah :) Begitupun dengan pemilihan mainan, kami cenderung mengarahkan AZA untuk membeli mainan yang dapat memaksimalkan dan menyalurkan kreativitasnya, salah satunya dengan memperbanyak pilihan mainan berupa DIY Project. Kalau sering ke toko mainan pasti sering melihat pilihan mainan seperti ini, biasanya seperti melukis diatas kaus, tas, melukis keramik yang sudah jadi, membuat gelang dari untaian manik-manik, dan sebagainya.

Salah satu contoh DIY Project yang saya belikan untuk AZA adalah Egg Cup Painting. Kebetulan AZA sendiri yang mengambil mainan tersebut dan mengatakan ingin mewarnai sendiri. Dan benar saja, AZA senang sekali dibelikan DIY Project tersebut. Isinya cukup lengkap, ada 4 keramik egg cup bewarna putih polos yang siap diwarnai, 12 set cat acrylic dan kuas untuk melukis. Saya cuma bermodalkan kertas koran bekas dan plastik bekas bungkus pakaian laundry sebagai alas selama kegiatan mewarnai agar tidak mengotori lantai dan baskom kecil berisi air untuk mencuci kuas. Alhamdulillah AZA sangat senang mewarnai dan menggambar, dan tentunya menambah wawasan serta kreativitas AZA karena biasanya AZA hanya menggambar atau mewarnai di atas media kertas, kaus atau kanvas saja.


the egg cup painting set
she is full of excitements

jangan lupa dialasi koran ya supaya lantai tidak kotor
mukanya AZA serius sekaliii, hihihi
my little artist
hasil karya AZA, yang ditengah itu pot keramik tanaman, ada sisa catnya AZA, saya ikutan mewarnai pot deh :)
jangan lupa dijemur hingga kering yah, selamat berkreasi !

Saya share sedikit mengenai manfaat mewarnai untuk Balita, saya ambil dari web vistabunda.com :
  • Membantu Balita mengenal warna
  • Melatih konsentrasi
  • Melatih koordinasi mata dan tangan
  • Melatih keterampilan motorik halus
  • Melatih kreativitas
Ternyata banyak sekali manfaat positif yang didapat dari kegiatan mewarnai saja yah mommies, ayoo kita perbanyak kegiatan bermain anak kita dengan hal-hal yang dapat meningkatkan keterampilan dan kreativitasnya, selamat berkarya bersama anak kita.




see ya on my next post ;)
do not copy and paste photo without permission

Saturday, 23 May 2015

Sensory Play : AZA With Playdoh

Berbicara mengenai mainan kesukaan AZA, dia memang sangat senang dengan permainan role play, dalam artian bermain pura-pura. Apalagi kalau ada kakak sepupunya sedang menginap di rumah, wah bisa bermacam-macam permainan yang mereka lakukan. Dari mulai masak-masakan, yang satu menjadi yang memasak, yang satu lagi menjadi yang membeli, terkadang mereka juga bermain pura-pura menjadi Princess Anna dan Elsa tokoh kartun Frozen dari Disney. Dari sekian banyak permainan yang sering dimainkan memang adalah Playdoh. AZA paling suka mainan yang satu ini, mainan lilin yang aman bagi anak-anak ini memang sangat bagus terutama dalam mendorong kreativitas anak.

Pernah mendengar tentang istilah Sensory Play? Saya pernah membaca di blog kak Fifi Alvianto, Sensory Play pada intinya adalah sebuah permainan bagi tumbuh kembang anak yang dapat mendukung pertumbuhan keseluruhan panca indera anak. Saya juga sangat setuju mengenai pendapat kak Fifi, bahwa anak-anak terutama balita sebisa mungkin kita jauhkan dari kebiasaan bermain gadget, menonton televisi dan video games lainnya. Mungkin diantara para orang tua merasa kesulitan menjauhkan hal-hal tersebut karena barang-barang itu memang ada disekitar anak setiap hari, terutama televisi dan gadget, tapi ayah bunda setidaknya dapat meminimalkan penggunaannya pada balita. Daripada anak kita duduk diam tapi asyik dengan gadgetnya, lebih baik kita mengajak mereka bermain yang dapat mendukung pertumbuhan kognitif, motorik halus dan motorik kasarnya.