blog by anindita: Wisata Malang Jawa Timur (Part 3) : Agrowisata Kebun Apel, Wisata Alam Coban Rondo & Taman Labirin

Friday, 22 July 2016

Wisata Malang Jawa Timur (Part 3) : Agrowisata Kebun Apel, Wisata Alam Coban Rondo & Taman Labirin

Assalamualaikum,

Berjumpa kembali dengan cerita wisata Malang Jawa Timur, kali ini sudah Part ke 3, yang Part-2 dan Part 1 silahkan dibaca di linknya masing-masing yaa :) Setelah puas berwisata dengan tema Theme Park, kali ini agenda kami selanjutnya adalah Wisata Alam ! Mumpung masih ada waktu liburan, saya dan pak suami sepakat untuk mengajak dan mengenalkan anak-anak dengan wisata alam, agar mereka semakin mengenal dan mencintai pariwisata dalam negeri sendiri.

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Agrowisata Kebun Apel, yang kami kunjungi saat itu adalah Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA) lokasinya tidak jauh dari Selecta. Berlokasi di daerah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu. Menurut informasi dari driver yang setia mengantarkan kami, lokasi kebun petik Apel KTMA ini memang kerap berpindah lokasi, menyesuaikan dengan lokasi kebun apel yang sudah siap petik / panen dari para petani pemilik kebun apel yang tergabung dalam KTMA ini. Jadi, jangan heran kalau pada setiap kunjungan ke Agrowisatan Kebun Apel ini terkadang lokasinya berpindah tempat dari sebelumnya yang pernah dikunjungi.

Untuk biaya masuk per orang dikenakan Rp. 20.000,- (saat itu saya berkunjung bulan September 2015), dapat makan apel sepuasnya di dalam kebun apel, atau jika ingin memetik dan membawa pulang untuk oleh-oleh, dikenakan biaya sekitar Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 25.000,- per kilogram apel. Ohya, dengan harga tiket masuk tersebut, kami juga mendapat free welcome drink berupa sari buah apel dalam kemasan. Selain bisa membawa Apel segar yang kita petik sendiri di kebun, di areal agrowisata tersebut juga menyediakan berbagai panganan keripik buah yang sudah dikemas, sehingga cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Saya sampai kalap milih-milih, hehehe, soalnya unik-unik juga keripik buahnya, waktu itu saya membeli keripik buah naga.

jejeran pohon apel yang buahnya siap kita petik

welcome drink berupa sari buah apel
langit biru yang adem cocok untuk iklim kebun buah apel
silahkan dipilih, untuk dimakan di tempat bisa, untuk dibawa pulang juga bisa :)
Setelah puas berkeliling di Kebun Apel, kami pun melanjutkan wisata ke Air Terjun yang bernama Coban Rondo. Letaknya dari Kota Batu sekitar 12 Km, lebih tepatnya berada di Desa Pandansari, Kecamatan Pujong. Akses menuju lokasi sudah bagus, jalanan beraspal. Ohya tips dari saya, kalau ke Coban Rondo dan membawa balita, jangan ragu untuk membawa stroller (kereta dorong) karena akses menuju ke atas untuk melihat air terjunnya sudah bagus, dilengkapi dengan jalanan ber-paving blok. Jangan lupa bawa topi, karena begitu diatas kalau siang-siang lumayan panas, dan anak-anak saya pakaikan jaket, anginnya lumayan kencang dan dingin begitu kita sampai di area air terjunnya. Harga tiket masuk kalau weekend adalah sekitar Rp. 12.000,- per orang.

Ohya, mengapa sih disebut Coban Rondo? Sekilas saya kutip dari wisatapedi.com Legenda mengenai Coban Rondo : berawal dari sebuah kisah asmara sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Saat usia pernikahan mereka yang ke Selapan (36 hari), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke rumah mertuanya di Gunung Anjasmoro. Berdasarkan adat orang Jawa, jika usia pengantin masih Selapan, maka mereka belum diperbolehkan meninggalkan rumah terlalu jauh. Oleh sebab itulah, mereka dilarang untuk pergi ke Gunung Anjarwati oleh orang tua Raden Baron. Namun, keduanya bersikeras berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Di tengah perjalanan, tiba-tiba muncul Joko Lelono yang ternyata terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. Raden Baron pun memerintahkan anak buahnya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati ke sebuah lokasi yang terdapat Air Terjun (dalam bahasa Jawa disebut Coban). Raden Baron dan Joko Lelono bertempur hebat hingga keduanya pun tewas. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi Janda (dalam bahasa Jawa Rondo). Sejak saat itulah air terjun ini dinamakan dengan Air Terjun Coban Rondo.

Tips dari saya kalau ke Coban Rondo : kalau bisa jangan kelihatan sedang menenteng makanan ringan, karena disini banyak satwa monyet yang memang dibiarkan lepas di seputar kawasan air terjun. Karena anak-anak saya jarang melihat satwa monyet, jadi ikutan panik dan menangis melihat beberapa pengunjung yang makanannya direbut sama satwa-satwa ini, hehehe...so, please beware sama barang bawaan kita yaa

akses menuju Coban Rondo, jalanannya asri penuh pepohonan
gerbang masuk kawasan Wisata Coban Rondo dan peta lokasi
gerbang masuk air terjun Coban Rondo
air terjun dengan ketinggian 84 meter
Coban Rondo, Batu, Jawa Timur
satwa monyet yang berkeliaran bebas disini, hati-hati dengan makanan yang kita bawa yaa :)

Selesai melepas penat dan mengagumi wisata air terjun di Coban Rondo, jangan buru-buru pulang ya. Kami menyempatkan untuk mampir lagi ke lokasi wisata Taman Labirin letaknya di sekitar gerbang masuk kawasan wisata Coban Rondo, searah dengan arah keluar kalau kita dari air terjunnya. Taman Labirin adalah taman luas yang dibentuk menjadi labirin besar dimana pengunjung harus mencari sendiri jalan keluar dari taman tersebut. Tiket masuk per orang sekitar Rp. 10.000,- seruuu banget main disini, saya ber-4 mencoba masuk dan mencari-cari jalan keluar dari Taman Labirin ini, hahaha ternyata cukup memakan waktu ya. Tapi jangan khawatir, di dekat taman ini dibangun menara pengawas bertingkat, jadi kita bisa dipandu juga untuk mencari jalan keluar taman oleh beberapa pengunjung atau misalnya keluarga / teman kita menunggu di atas menara tersebut. Ohya, Taman Labirin ini oke banget loh buat spot foto-foto, tentunya harus diambil fotonya dari menara pengawas supaya kelihatan dari atas.

tiket penjual wahana
menjual bibit bunga juga di dekat loket tiket
get lost !
foto yang diambil dari atas menara pengawas
video


Saya juga mengupload cuplikan video ketika berada di Taman Labirin sambil mencari jalan keluarnya, hahaha, seruuu deh. Oke, sekian cerita pengalaman saya dan keluarga travelling ke Malang dan Batu, Jawa Timur. Saking serunya sampai saya bagi menjadi 3-Part blogpost. Selamat membaca ya, semoga bisa menjadi referensi untuk jalan-jalan / liburan bersama keluarga tersayang maupun teman-teman.

See ya on my next post !
Do not copy and paste photo without permission.

No comments:

Post a Comment