blog by anindita: wisata ke malang dengan balita
Showing posts with label wisata ke malang dengan balita. Show all posts
Showing posts with label wisata ke malang dengan balita. Show all posts

Tuesday, 26 July 2016

Itinerary 4D3N (4 Hari 3 Malam) Wisata ke Malang Jawa Timur


Edisi blog bulan ini sepertinya saya memang banyak membahas tentang travelling yah, kebetulan juga karena stok cerita liburan yang kepending dari Bulan September tahun 2015 baru sempat di-post sekarang, *tutup muka, maluu, hahahah*. Pada kesempatan ini, saya mau memberikan rekap Full Itinerary saya selama 4 Hari 3 Malam, berwisata ke Kota Malang, Jawa Timur dengan membawa 2 balita (yang satu berusia hampir 5 tahun saat itu, dan adiknya usia hampir 2 tahun), without nanny, hanya ber-4 dengan Pak Suami :) Oke, here it goes, Itinerary perjalanan saya...

Day One
Kami mengambil penerbangan yang agak siang, dengan pertimbangan supaya tidak terburu-buru berangkat dari Jakarta, biasanya bangun pagi dan bersiap-siap merupakan hal yang cukup memakan waktu apalagi jika mempersiapkan dua anak balita. Maka dari itu, saya dan pak suami sepakat untuk memilih jadwal penerbangan siang.

Setibanya di Malang, kami langsung check-in ke Hotel, beberes barang bawaan, kemudian sambil menyusun rencana kegiatan selama 4 hari 3 malam di Malang dan Batu. Karena sudah menjelang sore, kami pun memutuskan untuk melihat Alun-Alun Kota Malang dan Masjid Agung Jami' yang letaknya persis berseberangan dengan Alun-Alun Kota Malang. Alun-Alun ini cukup lengkap, ada area bermain anak, air mancur, dan saya perhatikan juga ada beberapa kandang burung merpati diatas pohon, mungkin kalau pagi, lebih terlihat jelas yah. Pada beberapa jam tertentu ada pertunjukan "Air Mancur Menari", wah anak-anak saya kegirangan pas kebetulan bisa menyaksikan pertunjukan tersebut. Yang saya sukai adalah, Alun-Alun Kota Malang ini sangat bersih dan tertata dengan apik.

spot wajib untuk berfoto
air mancur menari
Masjid Agung Jami' yang letaknya persis di depan Alun-Alun Kota Malang
Setelah puas bermain di Alun-Alun Kota Malang, kami menyempatkan untuk mampir ke Toko Oen, karena lokasinya yang cukup dekat, berada di Jln. Jendral Basuki Rachmad. Toko Oen ini sangat terkenal dengan es krim dan beberapa kuliner kas tempo doeloe jaman Indo-Belanda. Kami saat itu memesan beberapa menu es krim yang memang menjadi ciri khas Toko Oen ini. Nuansa tempo doeloe masih dipertahankan disini, dari mulai furniturnya hingga seragam yang dikenakan oleh pramusaji pun seperti bangsa pribumi zaman Hindia-Belanda. Unik ! Ohya, Toko Oen ini juga terdapat di Kota Semarang.

Berhubung di Toko Oen hanya mencicipi es krim saja dan perut ini masih berontak karena lapar, kami pun melipir mencari kuliner malam, yaitu Tahu Campur Lamongan TELKOM. Dinamakan TELKOM, karena memang letaknya di area parkiran Kantor TELKOM Malang. Dengan porsi seharga sekitar Rp. 10.000,-an kami mendapat seporsi tahu campur dengan kuah petis yang tidak amis. Seger ! Perut kenyang, dompet pun senang *hahahaha* Hari Pertama kami di Malang pun sukses ditutup dengan perut kenyang.

Toko Oen
pramusaji berseragam ala pribumi jaman Hindia-Belanda
furnitur khas jaman tempo doeloe
masih belum kenyang di Toko Oen, lanjut ke Tahu Campur Lamongan TELKOM
Rekap Itinerary Day One : Wisata ke Malang, Jawa Timur
Day Two
Perjalanan kami pada hari kedua, dimulai dari pagi, karena memang sudah direncanakan untuk satu hari penuh berwisata ke Kota Batu. Karena jarak tempuh yang cukup jauh, maka sebaiknya memang berangkat dari pagi, kalau bisa cari informasi mengenai jam buka beberapa tempat wisata, agar bisa datang tepat saat baru mulai dibuka. Untuk tempat wisata yang kami kunjungi pada hari kedua dan cerita lengkapnya bisa di klik pada link blogpost saya yang ini :
Tidak terasa tau-tau sudah menjelang malam, dan kurang lebihnya perjalanan kami di hari kedua sempat mengunjungi 4 tempat wisata : JATIM PARK 2, Batu Secret Zoo, Museum Angkut dan ditutup dengan Batu Night Spectacular.

Rekap Itinerary Day Two : Wisata ke Malang, Jawa Timur
Day Three
Perjalanan hari ketiga, kami merencanakan untuk wisata alam, sekaligus ingin mengenalkan lebih banyak keanekaragaman alam kepada anak-anak kami. Maka, kami pun kembali merencanakan perjalanan wisata ke Kota Batu. Untuk berangkatnya sebaiknya memang dari pagi, supaya mendapat banyak tempat yang bisa dikunjungi. Untuk tempat wisata yang kami kunjungi pada hari ketiga dan cerita lengkapnya bisa di klik pada link blogpost saya yang ini :
Setelah puas bermain di wisata alam Kebun Apel dan Coban Rondo, berhubung masih di wilayah Kota Batu, dan saat itu masih sore, kami menyempatkan untuk mengunjungi Alun-Alun Kota Batu. Sekali lagi saya dibuat kagum akan kerapihan dan keteraturan Alun-Alun Kota Batu, hampir mirip dengan yang di Malang, kalau di Batu, menurut saya lebih banyak wahana permainan untuk anak-anak, sejak terakhir renovasi pada tahun 2011. Tentunya anak-anak saya sangat senang berlama-lama bermain disini. Banyak sekali hiburan untuk anak-anak, diantaranya ada taman lampion, playground, dan air mancur. Sebenarnya ada wahana bianglala, namun sayang saat kami kesana, wahana tersebut sedang dalam perbaikan. Tak kalah seru, di sekitar alun-alun kota batu juga terdapat beragam penjaja kuliner yang bikin penasaran. Salah satunya saat saya kesana ada ketan legenda, roti maryam, ceker setan, wah bisa gagal diet pokoknya, apalagi hawa dingin pengennya ngemiil terus.

wahana bianglala yang menjadi ikon alun-alun kota batu
playground khusus untuk anak usia 5 tahun kebawah
tiap sudut tertata apik dengan pepohonan dan semak bunga
saya melihat ada kandang burung diatas pohon
lampion di dalam alun-alun kota batu
naik odong-odong di sekitar alun-alun
semakin sore semakin ramai penjaja makanan di sekitar alun-alun
Rekap Itinerary Day Three : Wisata ke Malang, Jawa Timur
Day Four
Kegiatan di hari keempat sebenarnya hanya breakfast di Hotel dan persiapan check out, karena kebetulan kami memilih jadwal penerbangan pagi dari Malang. Pertimbangannya adalah, supaya ketika sampai di Jakarta, anak-anak masih memiliki waktu untuk beristirahat. Jadi, itinerary hari ke-empat lebih pendek.

Rekap Itinerary Day Four : Wisata ke Malang, Jawa Timur
Nah, kira-kira seperti ini Full Itinerary perjalanan kami 4 Hari 3 Malam berwisata ke Malang dan Batu, Jawa Timur. Sebenarnya bisa saja sih dipadatkan menjadi 3 hari 2 malam saja. Tentu saja ada plus dan minusnya, kira-kira gambarannya seperti ini :

Minusnya
  • Barang bawaan menjadi lebih banyak
  • Akomodasi bertambah
  • Perjalanan menjadi lebih lama
  • Kemungkinan untuk jajan / belanja menjadi lebih banyak
Plusnya
  • Tidak terburu-buru waktu, bisa lebih santai menikmati tujuan wisata
  • Lebih banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi
  • Lebih fleksibel menentukan hari untuk berwisata, karena 4 hari, saya sengaja memilih hari kamis dan jum'at untuk berkunjung ke tempat wisata yang top rated, supaya mengurangi antrian di lokasi, juga tiket masuk biasanya lebih murah
  • Memiliki banyak waktu untuk istirahat setelah pulang dari liburan, karena lebih leluasa dalam mengalokasikan waktu
Lagi-lagi, berhubung saya liburan membawa dua anak balita, bagi saya dan suami, sepertinya lebih cocok dan lebih menyenangkan bagi kami untuk mengalokasikan waktu wisata sebanyak 4 hari 3 malam, karena pertimbangan supaya lebih santai dan tidak terburu-buru. Silahkan disesuaikan dengan budget dan kebutuhan masing-masing yaa, saya hanya ingin share pengalaman dan full itinerary perjalanan kami saat itu, semoga bermanfaat !


See ya on my next post.
Do not copy and paste photo without permission !

Friday, 22 July 2016

Wisata Malang Jawa Timur (Part 3) : Agrowisata Kebun Apel, Wisata Alam Coban Rondo & Taman Labirin

Assalamualaikum,

Berjumpa kembali dengan cerita wisata Malang Jawa Timur, kali ini sudah Part ke 3, yang Part-2 dan Part 1 silahkan dibaca di linknya masing-masing yaa :) Setelah puas berwisata dengan tema Theme Park, kali ini agenda kami selanjutnya adalah Wisata Alam ! Mumpung masih ada waktu liburan, saya dan pak suami sepakat untuk mengajak dan mengenalkan anak-anak dengan wisata alam, agar mereka semakin mengenal dan mencintai pariwisata dalam negeri sendiri.

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Agrowisata Kebun Apel, yang kami kunjungi saat itu adalah Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA) lokasinya tidak jauh dari Selecta. Berlokasi di daerah Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu. Menurut informasi dari driver yang setia mengantarkan kami, lokasi kebun petik Apel KTMA ini memang kerap berpindah lokasi, menyesuaikan dengan lokasi kebun apel yang sudah siap petik / panen dari para petani pemilik kebun apel yang tergabung dalam KTMA ini. Jadi, jangan heran kalau pada setiap kunjungan ke Agrowisatan Kebun Apel ini terkadang lokasinya berpindah tempat dari sebelumnya yang pernah dikunjungi.

Untuk biaya masuk per orang dikenakan Rp. 20.000,- (saat itu saya berkunjung bulan September 2015), dapat makan apel sepuasnya di dalam kebun apel, atau jika ingin memetik dan membawa pulang untuk oleh-oleh, dikenakan biaya sekitar Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 25.000,- per kilogram apel. Ohya, dengan harga tiket masuk tersebut, kami juga mendapat free welcome drink berupa sari buah apel dalam kemasan. Selain bisa membawa Apel segar yang kita petik sendiri di kebun, di areal agrowisata tersebut juga menyediakan berbagai panganan keripik buah yang sudah dikemas, sehingga cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Saya sampai kalap milih-milih, hehehe, soalnya unik-unik juga keripik buahnya, waktu itu saya membeli keripik buah naga.

jejeran pohon apel yang buahnya siap kita petik

welcome drink berupa sari buah apel
langit biru yang adem cocok untuk iklim kebun buah apel
silahkan dipilih, untuk dimakan di tempat bisa, untuk dibawa pulang juga bisa :)
Setelah puas berkeliling di Kebun Apel, kami pun melanjutkan wisata ke Air Terjun yang bernama Coban Rondo. Letaknya dari Kota Batu sekitar 12 Km, lebih tepatnya berada di Desa Pandansari, Kecamatan Pujong. Akses menuju lokasi sudah bagus, jalanan beraspal. Ohya tips dari saya, kalau ke Coban Rondo dan membawa balita, jangan ragu untuk membawa stroller (kereta dorong) karena akses menuju ke atas untuk melihat air terjunnya sudah bagus, dilengkapi dengan jalanan ber-paving blok. Jangan lupa bawa topi, karena begitu diatas kalau siang-siang lumayan panas, dan anak-anak saya pakaikan jaket, anginnya lumayan kencang dan dingin begitu kita sampai di area air terjunnya. Harga tiket masuk kalau weekend adalah sekitar Rp. 12.000,- per orang.

Ohya, mengapa sih disebut Coban Rondo? Sekilas saya kutip dari wisatapedi.com Legenda mengenai Coban Rondo : berawal dari sebuah kisah asmara sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma yang berasal dari Gunung Anjasmoro. Saat usia pernikahan mereka yang ke Selapan (36 hari), Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke rumah mertuanya di Gunung Anjasmoro. Berdasarkan adat orang Jawa, jika usia pengantin masih Selapan, maka mereka belum diperbolehkan meninggalkan rumah terlalu jauh. Oleh sebab itulah, mereka dilarang untuk pergi ke Gunung Anjarwati oleh orang tua Raden Baron. Namun, keduanya bersikeras berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Di tengah perjalanan, tiba-tiba muncul Joko Lelono yang ternyata terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati. Raden Baron pun memerintahkan anak buahnya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati ke sebuah lokasi yang terdapat Air Terjun (dalam bahasa Jawa disebut Coban). Raden Baron dan Joko Lelono bertempur hebat hingga keduanya pun tewas. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi Janda (dalam bahasa Jawa Rondo). Sejak saat itulah air terjun ini dinamakan dengan Air Terjun Coban Rondo.

Tips dari saya kalau ke Coban Rondo : kalau bisa jangan kelihatan sedang menenteng makanan ringan, karena disini banyak satwa monyet yang memang dibiarkan lepas di seputar kawasan air terjun. Karena anak-anak saya jarang melihat satwa monyet, jadi ikutan panik dan menangis melihat beberapa pengunjung yang makanannya direbut sama satwa-satwa ini, hehehe...so, please beware sama barang bawaan kita yaa

akses menuju Coban Rondo, jalanannya asri penuh pepohonan
gerbang masuk kawasan Wisata Coban Rondo dan peta lokasi
gerbang masuk air terjun Coban Rondo
air terjun dengan ketinggian 84 meter
Coban Rondo, Batu, Jawa Timur
satwa monyet yang berkeliaran bebas disini, hati-hati dengan makanan yang kita bawa yaa :)

Selesai melepas penat dan mengagumi wisata air terjun di Coban Rondo, jangan buru-buru pulang ya. Kami menyempatkan untuk mampir lagi ke lokasi wisata Taman Labirin letaknya di sekitar gerbang masuk kawasan wisata Coban Rondo, searah dengan arah keluar kalau kita dari air terjunnya. Taman Labirin adalah taman luas yang dibentuk menjadi labirin besar dimana pengunjung harus mencari sendiri jalan keluar dari taman tersebut. Tiket masuk per orang sekitar Rp. 10.000,- seruuu banget main disini, saya ber-4 mencoba masuk dan mencari-cari jalan keluar dari Taman Labirin ini, hahaha ternyata cukup memakan waktu ya. Tapi jangan khawatir, di dekat taman ini dibangun menara pengawas bertingkat, jadi kita bisa dipandu juga untuk mencari jalan keluar taman oleh beberapa pengunjung atau misalnya keluarga / teman kita menunggu di atas menara tersebut. Ohya, Taman Labirin ini oke banget loh buat spot foto-foto, tentunya harus diambil fotonya dari menara pengawas supaya kelihatan dari atas.

tiket penjual wahana
menjual bibit bunga juga di dekat loket tiket
get lost !
foto yang diambil dari atas menara pengawas


Saya juga mengupload cuplikan video ketika berada di Taman Labirin sambil mencari jalan keluarnya, hahaha, seruuu deh. Oke, sekian cerita pengalaman saya dan keluarga travelling ke Malang dan Batu, Jawa Timur. Saking serunya sampai saya bagi menjadi 3-Part blogpost. Selamat membaca ya, semoga bisa menjadi referensi untuk jalan-jalan / liburan bersama keluarga tersayang maupun teman-teman.

See ya on my next post !
Do not copy and paste photo without permission.

Monday, 18 July 2016

Wisata Malang Jawa Timur (Part 2) : Museum Angkut & Batu Night Spectacular

Assalamualaikum,

Postingan kali ini adalah lanjutan dari cerita Travelling kami sekeluarga sekitar bulan September 2015 lalu ke Malang Jawa Timur. Namun yang saya posting terdahulu adalah ketika berwisata ke JATIM Park 2 dan Batu Secret Zoo, full review dan fotonya bisa dilihat DISINI. Nah, kali ini saya mau melanjutkan cerita travelling kami -masih di seputar Malang dan Batu- dengan destinasi wisata ke Batu Night Spectacular dan Museum Angkut. Ohya, kami travelling ber-4, saya, pak suami, dan dua anak balita yang saat itu usia si kakak adalah sekitar 4 tahun dan usia si adik belum genap 2 tahun.

Jadi, setelah puas berkeliling dari pagi di JATIM PARK 2, Batu Secret Zoo, menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Angkut. Lokasinya tidak berada jauh dari JATIM PARK 2, jarak tempuh dengan mobil kurang lebih sekitar 10 menit. Untuk biaya tiket masuk saat Weekend, per orang dikenakan biaya Rp. 80.000,- Untuk informasi harga tiket, bisa dicek disini. Dan bagi pengunjung dari luar kota Batu, terutama jika berpergian menggunakan pesawat terbang, boarding passnya jangan buru-buru dibuang yaa, sering ada promo potongan harga tiket masuk dengan menunjukkan boarding pass beberapa maskapai penerbangan tertentu, untuk lebih lengkapnya mengenai harga promo bisa dicek di website resmi Museum Angkut disini.

Apa saja sih yang bisa dilihat disini ? Woww banyaakkk sekaliii. Dengan luas sekitar 3,8 hektar, di lereng gunung, tentunya pengalaman berwisata yang lain dari biasanya, udaranya sejuk dan bersih khas pegunungan. Sesuai dengan namanya, Museum Angkut, berfokus pada sejarah seputar alat-alat transportasi yang ada di dunia. Dari mulai angkutan darat, udara hingga air, dikemas dengan unik, dengan alat-alat peraga yang dibuat semirip mungkin aslinya. Uniknya, alat-alat transportasi tersebut dikemas dengan menonjolkan landscape atau bangunan khas dari tiap-tiap daerah yang diwakilinya. Jadi, ketika melihat alat transportasi khas kota London, misalnya, kita melihat bus double decker, lengkap dengan replika halaman depan bangunan Istana Buckingham Palace ! Serasa keliling dunia beneran deh kalau ke Museum Angkut, benar-benar memadukan konsep edukasi dan entertainment.

Saya pribadi salut dengan kemajuan Kota Batu hingga menjadi Kota Wisata yang patut diperhitungkan hingga skala wisata internasional. Terbukti dengan ketika saya datang kesini, sudah banyak wisatawan asing yang terlihat. Fasilitas penunjang juga sangat oke disini, saya membawa dua balita merasa cukup dimudahkan, karena sangat stroller friendly disini :) Ini beberapa foto-foto yang saya ambil menggunakan kamera handphone.

miniatur kapal majapahit
edukasi mengenai mobil listrik
replika mobil Ford keluaran tahun 1929
foto di depan alat transportasi jaman dahulu, yaitu sapi ! tenang, ini patung kok, hehehe
mobil-mobil kuno
bahkan ada display mengenai ban dari berbagai ukuran !
sepeda hingga sepeda motor jadul
area ini biasanya padat pengunjung : broadway, sering ada pawai juga di jam-jam tertentu
bus double decker khas kota London
hahaha entahlah ini bocah-bocah lagi pada ngapain :D

Setelah puas berkeliling di dalam Museum Angkut, sebenarnya masih ada satu lagi museum D'Topeng namanya, sesuai namanya, berisikan mengenai sejarah dan filosofi seputar topeng yang ada di seluruh dunia. Selain itu juga ada areal food court yang menjajakan beragam kuliner khas daerah. Menarik sih, tapi sayang sekali, waktu sudah semakin larut, dan kami memang berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Batu Night Spectacular, terutama untuk melihat Taman Lampion. Dari Museum Angkut menggunakan mobil, kurang lebih jarak tempuh sekitar 15 menitan. Untuk harga tiket masuk per orang harga Weekend adalah Rp. 40.000,- untuk tiket terusan seharga Rp. 100.000,- info selengkapnya bisa dicek DISINI. Sekedar tips dari saya, terutama jika travelling bersama balita yang belum bisa banyak naik wahana yang ada disini, lebih baik kita beli tiket masuk biasa saja, kami pribadi membeli tiket terusan, yang notabene gak banyak kepake untuk naik wahana yang ada disini, karena kami hanya ber-4. Kalaupun misalnya saya atau suami mau gantian naik wahana tertentu, tetap aja rasanya kurang seru yah naik sendirian sementara salah satu pasangan kita nungguin sambil jagain 2 balita, hehehe...

Oke then, apa saja yang bisa dilakukan di Batu Night Spectacular ? Lengkaapp banget, ada Night Market (semacam pasar malam), aneka permainan khas Karnaval diantaranya Merry Go Round, Sepeda Terbang, Fun House, Trick Art Gallery, Rumah Kaca, Rumah Hantu, masih banyaaakk lagiii. Kalau lapar? Jangan khawatir, tersedia areal Food Court yang lengkap didalamnya. Dan yang utama kami cari disini tentunya adalah Lampion Garden ! Ohya beberapa tips dari saya, terutama kalau berwisata ke BNS dengan balita, jangan khawatir, masih banyak wahana yang bisa dinikmati bersama dengan si buah hati  kok diantaranya :
  • Spectacular Show (semacam pertunjukan Laser Show, Air Mancur Menari, dll)
  • Panggung Hiburan (live show hiburan musik, dll)
  • Lampion Garden
  • Bioskop 4 Dimensi
  • Karaoke Keluarga
  • Sepeda Udara
  • Mini Train
  • Playground
  • Trick Art Gallery (bisa foto-foto lucu sekeluarga)
  • sisanya bisa dicek ke website resmi BNS disini untuk berbagai pilihan wahana lainnya

ini salah satu wahana seruu, seperti naik piring terbang, tapi ini untuk orang dewasa
beberapa papan penunjuk wahana di BNS
pintu masuk Lampion Garden

keren kan kalau malam :)
banyak spot seru buat foto-foto

Seruuu banget, sampe gak kerasa malam semakin dingin dan larut, anak-anak pun sudah semakin mengantuk. akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Hotel deh. Untuk melanjutkan perjalanan wisata selanjutnya masih di seputar kota Malang dan Batu. Nantikan kelanjutannya yaa...


See ya on my next post !
Do not copy and paste photo without permission